Pages

Sunday, December 19, 2010

PROSES


Ini sangat berkaitan dengan mimpi-mimpi yang kita miliki. Bagaimana tidak setiap orang pasti memiliki mimpi untuk menjadi orang yang dasyat dalam kehidupannya. Kita selalu memimpikan bahwa keadaan kita dimasa yang akan datang akan lebih baik dari sekarang.  Mendapat kesuksesan di dunia, maupun diakhirat . akan tetapi tidak semua orang bisa mendapatkan kesuksesan yang mereka impi-impikan. Mereka bukannya tidak mau sukses, akan tetapi mereka tidak siap untuk meraih kesuksesan itu. Mengapa bisa begitu?
Maksudnya begini, dalam mimpi-mimpi kita, itu adalah sebuah hal yang abstrak. Tidak bisa disentuh kare na memang belum nyata. Guna membuat mimpi itu menjadi nyata kita semua membutuhkan proses untuk menjadi pribadi yang sesuai dengan mimpi kita.
Disini ada cerita yang saya ambil dari sebuah majalah yang menceritakan tentang seorang anak perempuan yang sedang berkeluh kesah kepada sang ibunda tercintanya. Menurut si anak perempuan hidupnya tidak berjalan sesuai dengan yang ia harapkan. Ia mendapat nilai paling jelek dipelajaran bahasa Indonesia, kemudian ia di olok-olok oleh teman sekelasnya dan dihari itu teman terbaik dikelasnya pindah sekolah karena ikut orang tuanya yang pindah dinas diluar kota. Saat itu ibunya sedang membuat kue dan menawarkan kepada anaknya apakah mau mencicipi kue buatannya itu. Dengan senang hati anak ini menjawab ”Ok mom, I ove your cake” . Kemudian ibunya berkata “coba kamu mencicipi mentega ini nak!” Lalu anak itu berkata” Uhh, ga enak mom.” Kemudian ibunya berkata lagi ”Coba kamu makan telur mentah ini, !.”
Kemudian sianak bilang kepada ibunya” Ahh, mama ini bercanda deh…(sambil tersenyum)”. Terus ibunya bertanya lagi ”Mau coba tepung dan baking sodanya nggak??” anak perempuan itu pun menjawab lagi  “ahh, mama , jangan bercanda terus dong,,, “ Lau ibunya menjawab lagi “Iya,  semua itu pasti tidak enak jika dibandingkan dengan kue yang kamu makan tadi,  karena dipisahkan satu per satu. Tapi jika semua yang kelihatan tidak enak itu dicampur menjadi satu dengan proses yang benar, maka benda yang kelihatan tidak enak tadi akan menjadi kue yang lezat sekali.”

Jadi itu proses ya??
Ya, kiranya begitulah. Kadang sering terdengar dari mulut kita sendiri, kata-kata pesimis muncul tanpa terkendali. “saya nggak mungkin menjadi manajer, karena,…”, “bapak saya kan Cuma buruh jadi saya tidak mungkin  bisa sekolah yang tinggi” dsb. Nah, ini tanda bahwa diri ini tidak siap untuk maju. Satu keyakinan, jika mulut dan pikiran kita yang seperti itu tidak segera diberangus sesegera mungkin, maka samai ‘tewas’ kita akan berjalan ditempat terus, tidak mau bergerak untuk mencapai tujuan atau mimpi kita. Statis.
Setiap orang memiliki hak untuk menjadi orang yang dasyat, sukses didunia dan akhirat. Coba cari orang yang sukses didunia yang memperolehnya dengan berdiam diri ditempat saja. Pasti sulit kan.  Mereka itu bisa sukses karena berani menjalani proses. Kita harus siap untuk mengeluarkan keringat lebih banyak  karena bekerja lebih keras dari orang lain, dan belajar lebih banyak karena harus lebih pandai dari orang lain, harus siap jatuh dan menjalani konsekuensi yang lebih berat dari orang lain.
Kita  juga harus mengingat, proses yang dasyat akan mendatangkan balasan yang uar biasa. Tak pernah terjangkau akal, tak pernah didengar telinga, taj pernah dilihat mata. Surga. Terlalu jauh?? Tidak … itu balasan yang sebenarnya kita cari. Target jadi manajer, bisa sekolah tinggi dsb akan terhenti dikehidupan dunia, tidak begitu ketika target-target dunia tersebut melalui niat dan proses yang benar berkesesuaian dengan syariah. Maka imbalan dari apa yang kita lakukan adalah surge Allah yang kekal dengan kenikmatan-kenikmatan yang tak terpikirkan sewaktu kita didunia.
Jadi “BERPROSESLAH” dan nikmati itu. Hari ini harus melakukan hal yang lebih baik dari hari kemarin dan harri esok lakukan yang lebih baik dari hari ini agar kita menjadi orang-orang yang beruntung. Dan lakukanlah proses itu terus menerus, tanpa kenal lelah. Insya Allah, segala sesuatu akan menjadi sempurna dan indah tepat pada waktunya.      


INSPIRASI:
ARAFAH 33 

0 komentar: