Pages

Thursday, December 25, 2014

Kebanggaan Terang

Tertarik nafas penanda bosan
Bertindak tak tunduk
Mengacau laku
Merusak pikir
Meracun yang lain

Rusak ...
Bobrok ...
Kotor ...
Seram ...

Aneh
Sungguh terlihat aneh
Kau terlihat bangga dengan itu semua
Tertepuk dada
Bersorak sorai
atas apa yang kau punya

Habis ..
Apakah sudah habis
Kebaikan-kebaikan yang engkau lakukan
Mau jadi apa???
Ketika engkau hanya bertahan dalam langkah kebanggaan suram

Bangkitlah dan berubahlah ...
Capai kebanggaan terang

Saturday, May 31, 2014

Peran Ulama dalam Menentukan Pondasi Negara

Peran Ulama dalam Menentukan Pondasi Negara


Derap perjuangan bangsa, tak terlepas dari para ulama. Dalam perjalanan Indonesia menjadi suatu negara yang merdeka, gelora-gelora perjuangan mereka senantiasa menghiasi catatan sejarah bangsa.

Mulai perang melawan kolonialisme bangsa barat sampai bangsa timur, sebelum hingga paska merdeka, dari dahulu sampai sekarang mereka terus berkontribusi.
Kontribusi paling nyata, mereka buktikan lewat fisik maupun pemikiran.

Saat menggagas suatu bangsa, para ulama meletakan pondasi dasar bagi Indonesia yang merdeka. Tercatat dalam pembukaan konstitusi kita tertulis lima sila yang dijadikan dasar bagi negara.
Dalam isinya pun, pembukaan UUD 1945 tidak bertentangan dengan agama. Hal ini menunjukkan pembukaan UUD 1945 (konstitusi) bersifat agamis (religius).
Karena sifat agamis inilah pembukaan UUD 1945 menjadi suatu filosofi, cita-cita dasar bangsa Indonesia menjadi suatu bangsa yang penuh dengan nuansa keagamaan, bukan nuansa sekuleristik.
Jadi, jangan menafsirkan bahwa negara ini dibentuk untuk menjadi sekuler.
Karena dasar pemikiran kita adalah apa yang menjadi dasar hukum negara kita yaitu UUD 1945. Ketika kita tetap berpikir seperti itu, maka tindakan kita termasuk ahistoris dan tidak berpijak pada realita sosial masyarakat.

Inspirasi:
K.H Achmad Siddiq dalam buku Api Sejarah.

MEMILIH PEMIMPIN UNTUK INDONESIA

 assalamu'alaykum sahabat, salam inspirasi
Bentar lagi mau ada pilpres nih. . .
gimana? mau pilih yang mana??
berdasarkan perolehan kursi di DPR RI ternyata hanya ada dua caon yang maju jadi capres dan cawapres.
Pasti kalian juga sudah tidak asing lagi sama figur-figur yang susah siap berkompetisi.

coba tebak?! siapa ya . ..

ya benar, pasangan pertama ada Jokowi-JK dan kedua Prabowo-Hatta

Sebelum ke pengenalan  dan memilih, saya mau sedikit berbagi nih tentang anjuran kepada kita umat muslim dalam memilih pemimpin.Akan sangat rugi jika kita salah pilih, maka kita harus berhati-hati. Jangan sampai kita itu memilih orang-orang munafik yg selalu dusta, ingkar & khianat.

Tahukah kalian, bahwa  ingkar janji itu akhlak iblis dan para munafikin.
Munafik adalah salah satu kategori atau golongan manusia yang diletakkan tarafnya lebih rendah daripada Muslim biasa.
"Celaka baginya, celaka baginya, celaka baginya. Yaitu seseorang yang berdusta agar orang-orang tertawa."
"Tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara dia dusta, jika berjanji dia ingkar, dan jika dipercaya (diberi amanat) dia berkhianat."

 Tanda orang munafik juga bisa dilihat dalam solat yang dilakukannya yaitu dengan mempercepatkan solat tanpa ada rasa khusyuk sedikit pun.
Kaum munafik ini gemar memperolok orang-orang yang taat dengan ungkapan yang mengandung cemuhan dan celaan"Mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai."Jika seseorang menanyakan kepada orang munafik tentang sesuatu, dia langsung bersumpah.
Apa yang diucapkan orang munafik semata-mata untuk menutupi kedustaannya.
Orang-orang munafik memang selalu menghindari hal-hal yang menuntut pengorbanan, baik berupa harta maupun jiwa.Politik dan Islam tidak dapat dipisahkan, justeru ia adalah sebahagian daripada cara hidup manusia.

Lalu bagaimana dengan orang kafir??
berikut ulasannya
Menjadikan orang kafir sebagai pemimpin bagi umat Islam berarti menentang Allah SWT dan Rasulullah. Ini adalah hukum politik.
Memilih orang kafir sebagai pemimpin umat Islam berarti beri peluang kepada orag kafir untuk mengerjai umat Islam dgn kekuasaan & kewenangannya.
Maka  "Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi WALI (PEMIMPIN / PELINDUNG) dengan meninggalkan orang-orang mukmin."
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi PEMIMPINMU, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan.
Kabarkanlah kepada orang-orang MUNAFIQ bahwa mereka akan mendapat siksaan  yang pedih.
Jgnlah kamu mengambil orang* Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain.

Semoga tulisan ini bisa memberikan pemahaman bagi kita sebelum menentukan pilihan kepada pemimpin negeri ini.

Inspirasi: