Pages

Friday, November 15, 2019

Menggabungkan Dua Batang Adenium Menjadi Satu

Hai hai hai sahabat inspirasi ,kembali lagi kita akan membahas seputar bunga Kamboja Jepang (Adenium). Kali ini masih belajar bersama master Adenium Rini MakmurMOY. 

Jika sahabat punya dua batang atau lebih Adenium, bisa dipraktikkan. Kita akan belajar menggabungkan batang batang kecil tersebut menjadi satu. Sehingga nantibisa menjadi bahan bonsai atau hiasan yang lebih menarik.

Pertama siapkan bahan dan alat. 
1. Dua batang Adenium atau lebih.
2. Cutter atau pisau.
3. Pot beserta Media tanam.
4. Ember.
5. Air.
6. Plastik es

Langkah langkah sebagai berikut:

1. Siapkan Adenium yang akan kita gabung.

2. Cabut batang Adenium yang kita siapkan dari media tanam.
3. Bersihkan Adenium dari sisa sisa media tanam.
4. Keringkan sebentar saja, agar batang Adenium terbebas dari air.
5. Kemudian pilih permukaan batang  yang akan kita satukan. Lakukan penyayatan tipis pada kedua permukaan batang yang akan kita satukan.
6. Gabungkan kedua batang Adenium yang sudah kita sayat. Masing masing sayatan harus berhadapan dan menempel.
7. Ikat batang Adenium supaya batang sayatan yang ditempelkan tidak bergeser dan menyatu saat ditanam.
8. Hasil ikatan
9. Tanam pada media yang sudah kita siapkan. Tempat kan ditempat yang tidak terkena sinar matahari langsung.
10. Sekitar usia dua Minggu lebih, silahkan lepas plastik pengikat. Lihatlah hasilnya , batang Adenium sudah mulai menyatu

Thursday, November 14, 2019

Membuat Adenium (Kamboja Jepang) Bercabang Banyak di Setiap Tunas ala Rini MakmurMOY


1. Pilih pohon Adenium yang mau kita kreasi, tarik setiap cabang dari pohon Adenium ke bawah, membentuk seperti payung. Bisa menggunakan tali ataupun kawat bonsai dll
2. Setelah terbentuk seperti gambar di atas. Langkah selanjutnya adalah memotong ujung cabang dan potong daun daun yang ada , sisakan sebagian 3-5 ujung.
3. Sayat atau lukai setiap mata tunas disetiap cabang. Usahakan bagian atas untuk merangsang pertumbuhan tunas baru.
4. Perkembangan setelah dua Minggu. Untuk mempercepat pertumbuhan tunas, potong daun yang tua agar tunas-tunas baru cepat membesar.

Inspirasi:
https://youtu.be/VOyvWaOvKhg

Wednesday, November 13, 2019

BUKAN MEMBERI PUPUK PADA TANAMANNAMUN MENYUBURKAN MEDIA TANAM

Ada pengertian keliru tentang pemahaman kita terhadap kesuburuan tanaman. Yakni tanaman sehat disebabkan karena pemberian pupuk. 

Sebenarnya tidak demikian.  Tanaman tidak makan pupuk, namun kita memberi kesuburan pada tanah sehingga tanaman memperoleh unsur hara dari media tersebut. 

Seperti halnya kita menyiram tanaman, esensinya kita tidak menyiram tanaman, namun kita membuat agar tanah tersebut basah sehingga akar dengan mudah berkembang biak dalam media. 

Semakin banyak percabangan akar, semakin banyak menyerap air dan unsur hara dalam media. Hal ini sangat penting untuk pertumbuhan dahan, ranting dan daun guna menimbun kambium lalu berkembang sehat. 

Hal ini harus kita pahami, agar kita dapat mengerti setiap kebutuhan tanaman tersebut. Apakah tanaman ini sangat membutuhkan media basah atau kering. 

Seperti misalnya tanaman adeium yang tidak begitu membutuhkan air berlimpah untuk pertumbuhan. Namun kita pun bisa mensiasati agar tetap baik-baik saja saat kita menyiram rutin setiap sore. Yakni dengan cara memberikan media sekam ori tanpa bakar dan media pot kita berikan drainase empat titik sampai 6 titik. 

Adenium akan aman-aman saja tidak akan mengalami pembusukan pada bogol maupun akar. Bahkan dengan media sekam tanpa bakar, diterpa hujan seharian pun tak mengapa. Karena air hanya melawati saja, tidak becek di dalam pot. 

Yang perlu diingat sekam tersebut tidak dicampur dengan tanah murni. Kalaupun hendak di campur, saya lebih rasio 80:20. Namun saya lebih senang menggunakan sekam murni. Disamping ringan, sekam sifatnya lebih cepat adaptasi terhadap suhu yang dibutuhkan adenium. 

Dan menurut hemat saya, study kasus pada adenium, kita tak perlu memberikan pupuk kimia pada media tersebut. Seperti pupuk mutiara yang ditaburkan pada media. Ini justru akan merusak kualitas media tanam.  Padahal sekam, sering berjalanya waktu akan terurai dengan rutinas penyiraman yang kita secara berkala. 

Yang perlu kita lakukan mengamati volume sekam tersebut. Karena semakin lama sekam akan menyusut dan memadat.  Jika demikian, kita hanya perlu menambah jumlah volume media tanam yang ada dalam pot. 

Intinya kita harus mempelajari ilmu botani agar bisa memahami bagaimana perlakuan terhadap tanaman. Namun jika kita malas membaca, sebaiknya kita menggunakan metode empiris, pengamatan secara langsung pada tanaman.

Namun empiris membutuhkan jam tayang. Juga membutuhkan pengorbanan. Seperti misalnya setelah terjadi pembusukan akar adenium. Lalu pengalaman tersebut dijadikan referensi untuk melalukan trial and eror, uji coba dan gagal lagi. 

Namun jauh dari sempurna sebuah teori botani, tetap saja membutuhan metode empiris. Sebaiknya kita gunakan kedua metode tersebut untuk menuju sebuah kesempurnaan ilmu.  

Inspirasi:
FB Komunitas tabulampot
Postingan dari sahabat Liant Kie
WA 081390220616.