Pages

Thursday, April 23, 2015

Senyuman Sore

Dalam sunyi hujan, ku tak lihat warnamu di arah barat. Keegoisanmu hari ini seakan menunjukan ketakpedulianmu terhadapku. Jingga janganlah kau malas untuk keluar esok hari. Aku menunggu diantara pandangan sore. Ku ingin sampaikan ceritaku padamu. Kuyakin kau akan tunjukan timbang rasa yang bijak.

Jingga bukalah hati dan telingamu. Ini cerita dari goresan pikiran yang limbung. Yang mencari kedamaian diantara langit-langitmu. Aku sampaikan padamu "Jingga, aku bagian dari orang baik. Tapi Aku tertokoh buruk dilingkunganku" "Akulah penyebab keburukan itu" "Aku buruk baginya"
"Jingga, Bagaimana pendapatmu?"

Jingga kenapa kau diam?
Apakah pertanyaanku salah?
Jingga apakah kau takut?

Setelah kutunggu lama dalam tanya, akhirnya kau bersuara juga. Tapi suaramu tak selantang biasa. Suara lirihmu hilangkan sifat beranimu.
Kenapa?

Jingga, kau hela nafas sejenak. Kaburkan warna-warna pudar disekitarmu. Kau kembali tunjukan warna kuatmu. Kau sampaikan kata-kata praktis dalam setiap olah nasihatmu.
"Apakah kau benar-benar  orang baik?"
"Iya" jawabku
"Kau yakin"
"Iya, keyakinanku mendekati sempurna. Ketika bukan orang baik dia tak mungkin disini"

Jingga kenapa kau tersenyum. Apakah aku kataku salah? Ataukah kau ingin tunjukan padaku tentang bagaimana cara menyikapi sesuatu.

BERSAMBUNG....

Tuesday, April 21, 2015

KARTINI HARI INI

Malam 21 April 2015
Sudah terkumpul berbagai cerita perayaan hari kartini hari ini. Kartini hari ini seakan hanya berbentuk perayaan yang minim inspirasi. Kebanyakan dari mereka memahami Kartini dalam sanggul dan Kebaya.Perayaan dengan adu bagus pakaian dan dandanan yang dipakai mereka para peraya. 

Esensi perjuangan kartini bukan sekedar pada kegiatan surat-menyuratnya, tetapi pada semangat melawannya. Dulu belum ada media sosial tetapi Kartini sudah berani melawan lewat isi dari surat-suratnya.Pada eranya, Kartini menjadi salah satu pengerak dalam melawan kolonialisme, akan tetapi  dalam perkembangannya, dibelokkan oleh para penguasa sebagai  suatu peringatan  hari.

Kartini sekarang ini, yang selalu terangkat adalah masalah emansipasi. Padahal kartini tidak hanya bicara tentang masalah perempuan. Masalah perempuan atau kesetaraan jender hanyalah gagasan dan aksi kecil dari seorang Kartini. Gagasan besar dari Kartini adalah keberaniannya dalam melawan kolonialisme dan inperialisme. Dia mengutuk tindakan Belanda yang menindas rakyat Indonesia.Dia adalah pengkritik penjajah yang berani.Lukisan, musik, nyanyian dan dongeng beliau dokumentasikan untuk tunjukan identitas negeri. Bahwa negeri ini bukan negeri yang tertindas.

Kartini adalah sosok yang tekun dan pemberani. Dia bicara lantang  tentang anti kolonoalisme dan anti Imperialisme. Jadi jangan pernah kerdilkan perjuangan Kartini dengan selalu menyoal emansipasi.Apalagi hanya sekedar berpakaian profesi, sanggul dan kebaya. 

Mari kembali kesemangat Kartini, kita kembali bicarakan gagasan-gagasan besarnya. Jangan biarkan Kartini hanya termitos dalam bentuk cara berpakaian sanggul dan kebaya. Karena dalam tulisan Kartini bukan hanya sekedar curhat saja, akan tetapi disana tersirat pemikiran filsafat politik, filsafat sejarah, filsafat seni, yang tak kalah denganpemikiran filsuf-filsuf Barat.

inspirasi: @ragilnugroho1