Pages

Monday, November 22, 2010

10 PRINSIP STARBUCK , BUKAN SEKEDAR KOPI BIASA



Menjadi sebuah perusahaan yang besar membutuhkan proses yang sangat teratur dan terencana. Starbuck telah melakukan hal ini, berawal dari usaha yang kecil kemudian menjadi besai dan mendunia.  Selama bertahun-tahun menjadi senior eksekutif di starbuck,  Howard Behar telah berkontribusi membangun budaya Starbuck,  yang menekankan pentingnya manusia diatas keuntungan.  Dia mengungkapkan sepuluh prinsip dalam menjalan perusahaan dan membantu Starbuck menjadi merek terkenal diseluruh dunia.
Berikut sepuluh prinsip itu:
1.       Mengenal siapa dirimu: Pakai satu Topi Saja
Kesuksesan sangat berhubungan dengan kejelasan dan kejujuran dalam mengenal dan mengakui siapa diri kami, kemana tujuan kami, dan bagaimana cara kami mencapainya. Saat sebuah organisasi menyadari sebuah nilai, maksud, dan sasaran yang dimiliki, organisasi tersebut akan menemui energy dn semangat untuk melakukan hal-hal yang hebat.

2.       Mengetahui Mengapa Anda Disini: lakukan karena ini benar, bukan karena ini cocok untuk CV anda
Jalur menuju kesuksesan berasal dari melakukan berbagai hal untuk alas an yang benar. Anda tidak bisa meraih kesuksesan bila tidak tahu apa yang sedang anda coba untuk raih dan semua orang tidak menyelaraskan diri dengan sasaran itu. Carilah tujuan dan semangat dalam diri anda sendiri dan orang-orang yang anda pimpin.

3.       Berpikir Secara Mandiri: Orang Yang Menyapu Lantai Sehrusnya Memilih Sapu
Orang-orang bukan “aset” mereka adalah manusia yang memiliki kemampuan  untuk meraih hasil yang melampaui akal sehat. Kita harus menyingkirkan berbagai peraturan-baik yang tertulis maupun hanya dalam bayangan-mendorong pemikiran yang mandiri kepada orang lain dan kita sendiri.

4.       Membangun Kepercayaan: Peduli, dan Bersungguh-sungguhlah
Kepedulian bukanlah tanda kelemahan tetapi tanda kekuatan dan tidak bisa dibuat-buat-dalam sebuah organisasi , dengan orang-orang yang kita layani, atau dengan komunitas setempat atau global. Tanpa adanya kepercayaan dan kepedulian kita tidak akan pernah tau apa yang mungkin bisa dicapai. Tanpa adanya kebebasan atau rasa takut, kita tidak bisa bermimpi dan tidak bisa meraih potensi diri.





5.       Dengankan Kebenaran: Dinding Berbicara
Luangkan waktu untuk mendengarkan, bahkan kepada apa yang tak terucap dan berbagai hasil yang luar biasa akan mengikutinya. Anda akan tahu apa yang pelanggan inginkan, anda akan tahu mengapa semangat hilang dari organisasi, dan anda akan mempelajari berbagai solusi terhadap masalah yang sudah menunggu untuk ditemukan.

6.       Bertanggungjawab: Hanya Kebenaran Yang Terdengar Seperti Kebenaran
Tidak ada rahasia, tidak ada kebohongan, tidak boleh berkelit dan menghindar. Ambil tanggungjawab dan katakana apa yang diungkapan, dengan rasa peduli dan rasa hormat.

7.       Ambil Tindakan: Berpikir Seperti Orang Yang Sedang Melakukan Tindakan Dan Bertindak Seperti Orang Yang Telah Berpikir
Temukan titik yang manis mengenai semangat, sasaran, dan kegigihan. “yang penting manusianya” bukanlah pikirannya yang penting tindakannya. Rasakan, lakukan, pikirkan. Temukan keseimbangannya dan  ambil tindakan atasnya.

8.       Hadapi tantangan: Kita Semua adalah Manusia
Gunakan semua prinsip untuk menuntun anda melewati masa-masa sulit. Bila tantngannya terlalu besar, bila anda merasakan jalan buntu, ambil langkah-langkah kecil. Tetapi ingat untuk mendahulukan manusia dan anda akan menemukan tuntunan yang anda butuhkan.

9.       Melatih kepemimpinan: suara yang bising dan suara yang tenang
Memimpin bisa dilakukan dengan gaya ”saya disini” yang mengganggu. Tetapi jangan lupa bahwa pemimpin juga manusia biasa. Jangan biarkan  suara bising itu menutupi kebenaran. Dengarkan suara kecil anda yang tenang. Biarkan keheningan menjadi penuntun anda.

10.   Berani bermimpi: Katakan Ya, kata palng terhebat di seluruh dunia
Berbagai impian besar berarti sasaran, harapan, kebahagiaan besar. Katakana ya, dan nikmati semua yang sedang anda kerjakan, dan bantu orang lain untuk melakukan hal yang sama.



Inspirasi: Howard Behar (mantan presiden Starbuck International)
                 IT’S NOT ABOUT THE COFFEE
                Bukan Sekedar Kopi: Prinsip-Prinsip Di Balik Sukses Starbuck
                Gramedia Jakarta: 2008

Sunday, November 21, 2010

Jabat Tangan, Antara yang berdosa dan yang Berpahala




Ada berbagai mavam niat saat seseorang meakukan jabat tangan, yaitu: sekedar formalitas, bersopan santun atau ingin mengamalkan sunnah Nabi. Cara berjabat tangan pun berbed-beda. Ada yang lembek seperti tidak semangat, ada yang bersentuhan ujung jemarinya, yang mantap, dan hangat serta ada pula yang keras lagi mengguncang.
Bagi seorang muslim,  berjabat tangan dengan saudara muslim adalah sunnah. Bukan sekedar formalitas atau basa-basi. Sehingga berjabat tangan harus  dilakukan dengan hangat dan sopan. Selain akan menghangatkan suasana, jabat tangan juga akan menggugurkan dosa.  Rasulullah bersabda, “sesungguhnya, bila seorang muslim bertemu saudaranya sesame muslim, lalu ia memegang salah satu tangannya,  maka dosa keduanya akan berguguran sebagaimana dedaunan berguguran  dari sebuah pohon yang kering pada saat angin musim panas. Bila tidak demikian, maka keduannya akan diampuni, meskipun dosa keduanya laksana buih dilautan.”(HR. Ath-Thabrani).

Tak Hanya Saat Bertemu
Sunah jabat tangan tak hanya saat bertemu tapi juga saat berpisah. Diriwayatkan dari Qaza’ah, ia berkata “Ibnu Umar mengutusku untuk suatu keperluan, seraya berkata, “kemarilah. Aku akan melepas kepergianmu sebagaimana Rasulullah melepasku” lalu beliau berdoa: “ Aku meminta kepada Allah agar menjaga agamamu, amanahmu (keluarga dan harta yang kamu tinggalkan), dan penghujung amal perbuatanmu.” (HR. Abu Dawud, Hakim,  dan Imam Akhmad)  Dalam riwayat Ibnu ‘Asakir disebutkan,”beliau memegang tanganku lalu menjabat tanganku.”  

Jangan Sembarang Tangan
Jabat tangan itu sunah dan berpahala, tapi jika melanggar syariat-Nya justru akan menjadi maksiat dan dosa. Batasan syariat itu hanya satu, jangan menyentuh wanita yang bukan mahramnya. Sentuhan dalam bentuk apapun termasuk jabat tangan. Tentu saja konteks pembicaraan kita bukan dalam kondisi terpaksa dan pengecualiaan lain.
Jabat tangan antara laki-laki dengan perempuan yang bukan mahramnya, terutama dikalangan pemuda dan pemudi, sudah menjadi hal yang biasa. Pelanggaran syariat yang sudah menjadi tradisi. Rasa sungkan, takut  dianggap sok, ketinggalan jaman, ekstrim, anti silaturahmi, eksklusif dan lainnya mengalahkan ketundukan kita terhadap syariat. Alas an pun dicari untuk menenangkan hati,”yang diajak salaman belum paham” atau”asal tidak pakai nafsu kan tidak apa-apa” dan sebagainya. Bahkan, ada sebagian orang yang mengancam cerai istrinya yang sholihah kerena tidak mau berjabat tanga dengan kolega-koleganya. Persoalan semakin ruwet karena masih banyak yang belum mengetahui siapa mahram dan siapa yang bukan mahram.
Padahal masalah ini bukan masalah sepele. Rasulullah telah memberikan peringatan tentang hal ini. Dari Ma’qil bin Yasar, bahwa Rasulullah bersabda: “seandainya kepala salah satu dari kaian ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh perempuan yang tidak halal baginya.(HR. Ath-Thabrani)
Rasulullah juga bersabda: “Bagian anak Adam mengenai zina telah ditetapkan. Tidak mustahil, ia pasti melakukannya. Dua mata zinanya dengan melhat, dua telinga zinanya dengan mendengar, lidah zinanya  berbicara, tangan zinanya menyentuh, kaki zinanya melangkah, hati zinanya berangan-angan, dan kemaluanlah yang akan membenarkan atau mendustakan itu semua.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Imam Nawawi mwngatakan, “Makna hadist diataas adalah bahwa setiap anak Adam ditakdirkarkan untuk melakukan perbuatan zina. Diantara mereka ada yang melakukan zina yang sesungguhnya, yaitu memasukkan kemaluannya kedalam kemaluan wanita secara haram. Diantara mereka ada yang zinanya bersifat majaz, yakni dengan melihat hal-hal yang haram, atau mendengarkan sesuatu yang mengarah pada perzinaan dan usaha-usaha untuk mewujudkan zina, atau dengan bersentuhan tangan atau menyentuh wanita asing dengan tangannya, atau menciumnya. Atau, dengan melangkahkan kaki menuju tempat perzinaan, melihat, menyentuh, atau bercakap-cakap yang diharamkan dengan wanita asing, atau berangan-angan dengan hatinya.”
Larangan bersentuhan dengan wanita itu bukan hanya karena disertai syahwat atau tidak. Menyentuh wanita bukan mahramnya dilarang karena termasuk dikategorikan sebagai bagian dari zina, yaitu zinanya kulit. Sebagaimana mata, zinanya untuk melihat. Melihat aurat atau gambar porno tetap haram hukumnya meski tidak disetai syahwat. Tidak ada syahwat, bisa jadi karena terbiasa, atau karena modelnya kurang cantik atau factor lainnya. Namun tetap saja, tidak adanya  syahwat bukan berarti melihat gambar porno dibolehkan, begitu pula menyentuh wanita yang bukan mahramnya. Kebanakan orang memahami syahwat hanya sebatas hasrat melakukan hubungan seksual saja. Padahal bersit keinginan dan rasa untuk melihat aurat, menyentuh wanita, dan bercengkrama dengan dengan para wanita adalah syahwat. Bahkan, menghalalkan jabat tangan dengan yang bukan mahramnya menggunakan alasan “toh tidak pakai syahwat” pun adalah dorogan dari nafsu syahwat.
Yang bermasalah itu Alasanya
Sekarang kita bahas mengenai berjabat tangan setelah shalat. Banyak yang masih belum setuju jika dikatakan, berjabat tangan sesudah shalat seperti yang biasa dilakukan adalah bid’ah. Sekarang coba kita lihat pendapat para ulama mengenai hal ini.
Dalam kitab Fatawa Al-‘Izz bin Abdussalam, hal 46-47,   Al-‘Izz bin Abdussalam mengatakan , “berjabat tangan seusai shalat Subuh dan ashar adalah bid’ah, kecuali bagi seseorang yang baru saja datang (dari berpergian) yang mana sebelum ia shalat ia sempat berkumpul bersama orang-orang yang diajak berjabat tangan tersebut. Berjabat tangan disyariatkan pada saat datang (dari berpergian). Selepas sholat, biasanya nabi berdzikir dengan dzikir-dzikir yang disyariatkan, istighfar tiga kali, lalu beranjak pergi. Diriwayatkan bahwa beliau berdzikir: “wahai Rabbku, selamatkanlah aku dari siksamu pada hari Engkau membangkitkan hanba-hanba-Mu.” Sesungguhnya, seluruh kebaikan itu terletak pada usaha mengikuti Rasulullah.”
Sedangkan, syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab Majmu’ Fatawa, XXIII:239, menulis saat ditanya tentang hokum jabat tangan setelah shalat, apakah sunnah atau bukan? Beliau menjawab, “ Segala puji bagi Allah, jabat tangan sesudah shalat bukan termasuk amalan sunah, akan tetapi bid’ah. Wallahua’lam.”
Jadi yang bermasalah adalah alas an dan motivasinya. Yaitu berjabat tangan dengan motivasi dan keyakinan bahwa hal itu sunah, atau baik dilakukan setelah shalat. Mereka berjabat tangan karena usai meakukan shalat, sehingga terbentuk persepsi bahwa shalat-jabat tangan sesudahnya adalah baik. Dan pada akhirnya, jabat tangan menjadi ceremony tambahan setelah shalat. Padahal baik dan buruk, apalagi sunah atau tidak sunah yang berhak menentukan adalah syariat. Nabi dan sahabat juga tidak pernah mencontohkan. Jabat tangan hukumnya tetap sunah,  meski dilakukan selepas shalat dengan catatan ada sebab lain selain shalat.  Misalnya bertemu teman lama, seseorang yang baru pulang dari berpergian, menampakkan kesukaan atau kecintaan terhadap saudaranya, dengan syarat pada akhirnya tidak dijadikan kebiasaan. Namun, bila jabat tangan tersebut dilakukan hanya karena ba’da shalat saja, maka amalan tersebut termasuk bid’ah yang tidak pantas dilestarikan.
Dengan mencermati penjabaran diatas, dapat kita pahami bahwa pada dasarnya jabat tangan dapat mendatangkan kebaikan bagi pelakunya bilamana dilakukan sesuai dengan kode etik atau rambu-rambu srayiatnya. Namun, bila sunah nabi ini disalahpraktekan, maka tak pelak kita akan terjerumus kedalam dosa dan kemaksiatan. Akhirnya, jabat tangan yang seharusnya berpahala, malah mendatangkan dosa. Wallahua’lam.         

Sunday, November 14, 2010

produk fashion

Produk Fashion
Pengertian Produk Fashion
Pengertian produk fashion adalah sebuah produk yang mempunyai ciri-ciri khusus yang tepat dan mewakili style yang sedang tren dalam suatu kurun waktu tertentu. Fashion merupakan tanda dari dari suatu periode waktu, seringkali fashion menggambarkan kebudayaan, perasaan, pemikiran, dan gaya hidup orang –orang dalam satu kurun waktu
Karakteristik Produk Fashion
1. Sebuah produk dikatakan “fashionable” jika produk – produk tersebut memiliki karakteristik sebagai berikut:
o Konsumen bersedia untuk meluangkan waktu, uang dan tenaganya untuk memperoleh produk ini
o Merupakan produk yang dapat mempertinggi image retailer dan traffic konsumen
o Merupakan produk berbeda dengan produk sejenis (dalam hal style) yang dikeluarkan oleh kompetitor
2. Kriteria barang fashion. Barang fashion kriterianya ada yang disebut barang putus (barang yang dibeli dengan sistem putus, artinya segala sesuatu setelah barang tersebut dibeli menjadi resiko pembeli) dan barang konsinyasi (barang milik suplier yang dititipkan)
3. Lingkup produk fashion. Pengelompokan produk fashion secara garis besar ; ada pakaian wanita dan ada pula pakaian pria.
4. Jenis-jenis produk fashion
Secara rincinya jenis-jenis produk fashion meliputi:
a. Pakaian wanita
b. Pakaian pria
c. Pakaian anak laki-laki
d. Pakaian anak perempuan
e. Pakaian bayi
f. Perlengkapan bayi
g. Perlengkapan bayi kecil
h. Perlengkapan makan
i. bayi perlengkapan main bayi
j. tolletris
k. aksesori
l. tas wanita tas pria
m. sepatu dewasa pria, sepatu anak-anak perempuan
n. sepatu anak laki-laki
o. kosmetik
5. Ukuran-ukuran produk fashion
6. Kriteria pemilihan fashion dapat dipilih melalui pemilihan warna, tekstur dan style. Dalam warna terdapat sifat warna, yaitu kesamaan yang ditimbulkan oleh warna tersebut. Sifat warna meliputi: warm colour, cool colours dan neutrals. Style atau gaya adalah karakter atau ciri-ciri khusu yang membedakan satu produk fashion dengan produk yang lainnya dan mempengaruhi opini konsumen tentang suatu gaya yang sedang populer. Selain itu kriteria dan elemen pemilihan produk fashion adalah pemilihan praktis produk fashion, pengepasan dan kamar pas, kepantasan (apropriateness), merek (branded), ketahanan dan perawatan bahan atau kain dan kerapihan
7. Jenis-jenis kain. Semua jenis kain dibuat dari serat kain yang dibedakan atas serat alam dan serat buatan
8. Sifat-sifat serat kain dipengaruhi oleh struktur fisika dan kimianya yang meliputi: kekuatan, mulur, dan elsastisitas , daya serap, keliatan, kekuatan dan ketahanan kimia.
9. Pemeliharaan pakaian jadi. Pakaian jadi merupakan produk tekstil yang dalam hal pemeliharaannya mengenal beberapa istilah, simbol atau gabungan antara keduanya (istilah dan simbol). Ada bebeapa sistem label pemeliharaan pakaian jadi yang banyak digunakan, yaitu sebagai berikut:
a. Label pemeliharaan sistem amerika
b. Label pemeliharaan sistem Kanada
c. Label pemeliharaan sistem Eropa
d. Label pemeliharaan sistem Inggris
e. Label pemeliharaan sistem Indonesia
f. Label pemeliharaan sistem Jepang