Pages

Showing posts with label LIVE SKILL. Show all posts
Showing posts with label LIVE SKILL. Show all posts

Thursday, September 10, 2015

Generasi Muda Harapan Untuk Indonesia Bangkit


Kebangkitan negeri dari keterpurukan adalah suatu keharusan. Masa lalu yang buruk harus segera ditinggalkan. Pemuda harus berani bangkit sekarang. Memajukan negeri untuk kehidupan dan kesejahteraan rakyat. Tantangan kedepan semakin berat. oleh karena itu diperlukan pemuda yang berkualitas.

Penduduk Indonesia yang banyak adalah potensi. Dimana sekarang ini Indonesia  mulai mendapatkan bonus demografi. Penduduk usia produktif akan tersedia melimpah. Ini harus digarap serius oleh pemerintah. Semua perlu disiapkan agar tidak terjadi situasi yang berkebalikan.

Usia muda antara 15-30 tahun.  Mereka adalah tumpuan untuk bangkitnya Indonesia.  Berikut adalah kritetia yang diharapkan untuk menjadi penyokong perubahan.
Pertama, pemuda yang mampu menjawab persoalan dan tantangan zamannya. Zaman akan terus berubah tidak stagnan diam pada masa yang sama. Pemuda yang seperti ini yang menjadikan bangsanya cerdas. Karena mereka mampu memecahkan persoalan.
Kedua, pemuda yang memiliki sikap yang utuh. Pemuda yag tidak memiliki keutuhan sikap dimana pun dia ditempatkan hanya akan menghasilkan kerja yang tak optimal. Usia produktif tapi tak produktif. Malas-malasan tak maksimal.
Ketiga, pemuda yang terampil dan berpengetahuan. Ketrampilan dan pengetahuan diperoleh dengan belajar, belajar dan belajar. Selalu haus akan ilmu dan antusias dalam mempraktekan. Ketika suatu bangsa memiiki generasi ini niscaya kemajuan akan didapatkan.
Keempat, pemuda yang kreatif dan pekerja keras. Orang yang kreatif akan selalu memiliki altenatif-alternatif dalam memecahkan masalah. Kreatif akan melahirkan inovasi-inovasi yang sesuai.  Pekerja keras adalah pemuda ang pantang menyerah. Selalu berusaha maksimal untuk hasil yang optimal. Kreatif dan kerja keras adalah kombinasi baik untuk perubahan.
Kelima, pemuda berjiwa nasionalisme. Dia adalah pemuda yang memiliki kecintaan terhadap Indonesia dan mampu membanggakan Indonesia.  Cara paling mudah yaitu senantiasa melakukan aktivitas-aktivitas positif yang tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. Pemberi kemanfaatan.


 Inspirasi: @Muhammad_Nuh_

Tuesday, September 8, 2015

Membangun Karakter Anak


Memiliki  karakter positif  adalah dambaan setiap orang tua terhadap anak-anaknya. Ada contoh kasus Gara-gara cowok, siswi SMP bully teman sekolahnya. Kekerasan dan Bully di lakukan oleh  anak SMPN 4 Binjai. 

Berita selengkapnya bisa dilihat disini:


Kalau sudah begini siapa yang rugi?

Tentu saja diri sendiri, keluarga, sekolah dan pihak-pihak terkait permasalahan tersebut.

Mari tegakan kembali pendidikan karakter. Mengapa karakter? Karena karakter adalah melakukan sesuatu yang benar bahkan pada saat tidak ada orang yang memperhatikan. Menurut Cicero “Karakter suatu warga negara menentukan kesejahteraan bangsanya.” Karakter  tidak mengikat dalam waktu dan budaya. Sekarang ataupun di masa depan karakter yang baik itu sama penting. Dalam skala besar karakter akan mempengaruhi tingkat kejahatan suatu negara. Oleh karena itu, kita harus membangun dan merawat karakter baik demi baiknya negeri ini.
Masa depan suatu bangsa sangat ditentukan oleh karakter yang dimiliki masyarakatnya. Fokus kita kali ini adalah pembangunan karakter generasi penerus. Dibarengi dengan perbaikan dan peningkatan kualitas generasi sebelumnya.

Karakter positif  perlu dibiasakan. Kemudian dilakukan pembinaan yang berkelanjutan. Dimulai dari yang terkecil dan  terdekat yaitu keluarga. Dalam membangun karakter positif  komunikasi kita harus bijak. Perbedaan tingkatan umur dan  pola pikir sangat berpengaruh. Membangun  karakter positif anak dimulai dari hal-hal kecil. Misal melatih disiplin sejak dini dengan kegiatan olahraga, musik, menanamkan kebiasaan antri dsb. Melatih tanggungjawab dengan pekerjaan rumah, membersihkan kamar dll.
Orang tua dirumah adalah teladan. Anak akan mengcopy apapun karakter yang kita miliki dan meneruskan itu kepada yang lain. Ada banyak sekali karakter positif yang bisa kita ajarkan terhadap anak. Integrity, Compassion, Preseverance, Resposibility, Kindness, Cooperation, Honesty, Respect, and etc. Tantangan ortu saat ini adalah menjadi bijaksana untuk mempersiapkan mereka menjadi orang sukses.
Setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap detik kita harus membangun karakter anak dengan melakukan perbuatan baik. Berikan pujian, reward dan konsekuensi dari tindakan yang dilakukan.Pujian dilakukan pada hal yang dapat meningatkan prestasi mereka. Puji anak saat melakukan hal positif. Jangan melakukan  pujian fisik berlebihan seperti “cantik”, “ganteng” dan sejenisnya karena dapat membuat mereka sombong. Reward dan konsekuensi dapat dilakukan pada pengembangan karakter anak. Rewards eksternal bisa berupa hadiah buku, mainan, dll. Tapi jangan lupa tetap beri reward internal. Dalam memberikan reward tekankan juga nilai positif dalam dirinya. Konsekuensi diberikan ketika anak melanggar aturan kebaikan. Reward dan konsekuensi diberikan ketika dia mulai paham.
Orang tua wajib mengajarkan kepada anak karakter yang berkualitas. Latihlah anak untuk melakukan pengendalian diri. Pengendalian diri adalah karakter paling susah. Karena tidak terjadi begitu saja tanpa latihan. Pengendalian diri akan mewujudkan sikap hati-hati. Ketika anak mampu bersikap seperti ini maka kematangan jiwa mulai terwujud.
Pengendalian diri merupakan salah satu bentuk karakter yang penuh tantangan, dan sangat penting untuk diajarkan.  Mengajarkan anak untuk mengendalikan diri bahkan saat sedang melakukan sesuatu yang digemari sangat berguna bagi masa depan mereka saat di masyarakat. Pengendalian diri atau self control dapat dilatih dengan mengajarkan anak menjawab dan datang saat di panggil. Ajarkan  untuk cepat merespon, minimal menyahut.  Dalam pergaulan, anak juga harus diajarkan menjawab dan menanggapi pertanyaan orang lain dengan sikap positif . Self control yang perlu diajarkan selanjutnya kepada  anak yaitu untuk memberikan tanggapan positif saat ditegur. Sikap dasar yang harus diajarkan pada hal ini adalah mendengarkan pembicaraan, tidak menginterupsi pembicaraan, dapat mengendalikan amarah.
Pengendalian diri adalah keahlian sosial. Pengendalian diri harus disadari karena tidak semua yang diinginkan adalah yang terbaik. Beri kesempatan anak untuk mengemukakan alasan yang singkat dan padat terhadap sesuatu.  Kalau kita selalu memiliki komunikasi yang baik pada anak maka sampai mereka dewasa akan tetap memiliki hubungan yang baik.

Gunakan waktu bersama anak untuk mengajarkan karakter . Berikan anak penghargaan berupa pujian yang dapat membuat anak mempertahankan kebiasaan baiknya. Dukung anak saat gagal, ajarkan untuk bersikap sportif agar kelak terhindar dari menghalalkan segala cara. Saat anak mengikuti berbagai kegiatan, ajarkan untuk berkomitmen dan tidak setengah-tengah.

Jangan capek untuk mengingatkan anak dan ketika anak melakukan prestasi, pujilah agar mereka lebih meningkatkan achievement.Karena mengajarkan karakter seperti menanam benih, jika benih baik maka akan menghasilkan tanaman yang baik.

Friday, September 4, 2015

Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif

Dengan berpikir kreatif, kita bisa memecahkan masalah dan berbagai persoalan yang dihadapi dengan cara efektif . Orang yg berpikir kreatif memiliki rasa percaya diri tinggi karena yakin bisa menyelesaikan masalah. Orang yg tidak kreatif akan  mudah tertekan dan cemas ketika menghadapi masalah tertentu.

Orang menjadi tidak kreatif karena kurang dorongan untuk belajar dan mencari tahu. Sebenarnya orang terlihat tidak kreatif bukan karena tidak kreatif melainkan mereka kurang mendapat bimbingan untuk mencari dan mengolah informasi.

Ketrampilan berpikir kreatif bisa dilaksanakan lewat kegiatan sehari-hari. Ketrampilan berpikir kreatif adalah bekal penting untuk pembelajaran masa kini dan masa depan. Berpikir kreatif bisa diwujudkan dengan menambah minat baca. Berikan rangsangan untuk  berpikir lebih dalam, jangan menolak, melarang, menghentikan rasa ingin tahu selama tidak membahayakan diri dan orang lain.

Berikan  dorongan orang lain untuk berpikir kreatif.  Dalam meningkatkan kemampuan Berpikir Kreatif jangan mengkritik dan memuji berlebihan karena akan memghambat proses kreativitasmya. Cara lain untuk meningkatkan kemampuan  berpikir kreatif adalah memberikan sudut pandang lain.


Hery Wijaya ‏@herwij  Nov 18, 2014
#BerpikirKreatif

Wednesday, May 13, 2015

PERLUKAH KITA MELATIH KETRAMPILAN BICARA?


Berbicara itu mudah. Hanya sekedar mengeluarkan kata dari mulut kita. Tapi, apakah benar  begitu?
Coba, pernahkah engkau melihat para profesional  yang mampu berbicara dengan lancar didepan orang banyak. Memandu acara dengan begitu menarik tanpa melenceng jauh dari materi. Pernahkah juga kau melihat orang yang begitu grogi ketika berbicara didepan orang banyak. Dan bayangkan, jika yang berbicara didepan orang banyak itu anda. Bagaimana perasaanmu?
Pasti malu kan???
Oleh karena itu, ketrampilan berbicara perlu kita latih. Dalam ilmu linguistik berbicara merupakan perbuatan menghasilkan bahasa untuk berkomunikasi. Berbicara adalah salah satu dasar ketrampilan berkomunikasi. Dengan kepiawaian kita dalam berbicara kita akan mudah dalam menyampaikan suatu pesan atau informasi.
Sebagai salah satu ketrampilan dalam berbahasa, berbicara bisa dimaknai sebagai kemampuan, ketrampilan bahkan mencakup seni mengolah dan menyampaikan gagasan, pikiran, ide serta perasaan melalui bahasa lisan sesuai tujuan yang ingin dicapai. Ketrampilan yang harus dimiliki dalam berbicara antara lain:
a.       Menyusun pemikiran, gagasan, perasaan
b.      Mengolah vokal dan menyusun bahasa lisan secara sistematis
c.       Menggunakan bahasa sesuai karakterstik audien (pendengar)
d.      Menyesuaikan diri dengan kondisi dan situasi lingkungan
Demikian uraian singkat tentang perlunya kita untuk menambah dan melatih ketrampilan bicara kita.
Salam Inspirasi!!!!