Pages

Showing posts with label PERTANIAN. Show all posts
Showing posts with label PERTANIAN. Show all posts

Friday, December 27, 2019

Cara Memperbesar Pangkal Batang Pada Bakalan Bonsai

Anda Memiliki bahan bonsai yang bentuk pangkal batang nya kecil?

Ingin segera besar? 

Sahabat inspirasi, bisa lakukan hal ini pada bakalan bonsai anda.

Pertama pecah batang.
Kedua, program akar.

Untuk melakukan dua hal tersebut , Sahabat bisa menyiapkan:

1. Bakalan yang mau di program
2. Gunting 
3. Tatah 
4. Palu
5. Pisau
6. Media tanam
7. Kain

Berikut , langkah langkah kerja yang sahabat dapatkan dari Derissa Flora

1. Siapkan alat dan bahan 
Cabut batang yang akan kita program dari media tanam.
2. Bersihkan akar dari tanah yang menempel

3. Lakukan penyortiran akar utama, gunting/potong akar akar yang tidak perlu.

4. Lapisi dengan kain, kemudian lakukan lah pecah batang sesuai dengan karakter pangkal bawah.
5. Siapkan media tanam, beri alas agar akar bisa tumbuh ke samping.
6. Rapikan akar agar tumbuh tidak menumpuk
7. Timbum dengan media tanam, tempat kan ditempat yang teduh.

Itu tadi cara memperbesar batang bakalan bonsai dari Chanel Derissa Flora.

Salam Inspirasi

Wednesday, November 13, 2019

BUKAN MEMBERI PUPUK PADA TANAMANNAMUN MENYUBURKAN MEDIA TANAM

Ada pengertian keliru tentang pemahaman kita terhadap kesuburuan tanaman. Yakni tanaman sehat disebabkan karena pemberian pupuk. 

Sebenarnya tidak demikian.  Tanaman tidak makan pupuk, namun kita memberi kesuburan pada tanah sehingga tanaman memperoleh unsur hara dari media tersebut. 

Seperti halnya kita menyiram tanaman, esensinya kita tidak menyiram tanaman, namun kita membuat agar tanah tersebut basah sehingga akar dengan mudah berkembang biak dalam media. 

Semakin banyak percabangan akar, semakin banyak menyerap air dan unsur hara dalam media. Hal ini sangat penting untuk pertumbuhan dahan, ranting dan daun guna menimbun kambium lalu berkembang sehat. 

Hal ini harus kita pahami, agar kita dapat mengerti setiap kebutuhan tanaman tersebut. Apakah tanaman ini sangat membutuhkan media basah atau kering. 

Seperti misalnya tanaman adeium yang tidak begitu membutuhkan air berlimpah untuk pertumbuhan. Namun kita pun bisa mensiasati agar tetap baik-baik saja saat kita menyiram rutin setiap sore. Yakni dengan cara memberikan media sekam ori tanpa bakar dan media pot kita berikan drainase empat titik sampai 6 titik. 

Adenium akan aman-aman saja tidak akan mengalami pembusukan pada bogol maupun akar. Bahkan dengan media sekam tanpa bakar, diterpa hujan seharian pun tak mengapa. Karena air hanya melawati saja, tidak becek di dalam pot. 

Yang perlu diingat sekam tersebut tidak dicampur dengan tanah murni. Kalaupun hendak di campur, saya lebih rasio 80:20. Namun saya lebih senang menggunakan sekam murni. Disamping ringan, sekam sifatnya lebih cepat adaptasi terhadap suhu yang dibutuhkan adenium. 

Dan menurut hemat saya, study kasus pada adenium, kita tak perlu memberikan pupuk kimia pada media tersebut. Seperti pupuk mutiara yang ditaburkan pada media. Ini justru akan merusak kualitas media tanam.  Padahal sekam, sering berjalanya waktu akan terurai dengan rutinas penyiraman yang kita secara berkala. 

Yang perlu kita lakukan mengamati volume sekam tersebut. Karena semakin lama sekam akan menyusut dan memadat.  Jika demikian, kita hanya perlu menambah jumlah volume media tanam yang ada dalam pot. 

Intinya kita harus mempelajari ilmu botani agar bisa memahami bagaimana perlakuan terhadap tanaman. Namun jika kita malas membaca, sebaiknya kita menggunakan metode empiris, pengamatan secara langsung pada tanaman.

Namun empiris membutuhkan jam tayang. Juga membutuhkan pengorbanan. Seperti misalnya setelah terjadi pembusukan akar adenium. Lalu pengalaman tersebut dijadikan referensi untuk melalukan trial and eror, uji coba dan gagal lagi. 

Namun jauh dari sempurna sebuah teori botani, tetap saja membutuhan metode empiris. Sebaiknya kita gunakan kedua metode tersebut untuk menuju sebuah kesempurnaan ilmu.  

Inspirasi:
FB Komunitas tabulampot
Postingan dari sahabat Liant Kie
WA 081390220616.

Friday, July 20, 2018

Desa Tempur, Kawasan Pengembangan Kopi Nasional di Kab. Jepara

Kopi Muria Jepara atau sering juga dikenal sebagai Kopi Jepara sudah menjadi “trade mark” yang cukup dikenal khususnya bagi pecinta kopi di nusantara bahkan di mancanegara.


Masyarakat Desa Tempur sudah terbiasa mengelola kebun kopinya secara organik dengan memanfaatkan sumberdaya yanng tersedia disekitarnya untuk pemupukan maupun pengendalian OPT.
Fokus kegiatan utama pengembangan Kawasan Kopi Nasional di Kab. Jepara ditetapkan di Desa Tempur Kec. Keling.

Luas areal pertanaman kopi pada tahun 2017 di tujuh kecamatan tercatat sebanyak 2.429,08 ha dengan produksi 919,012 ton. 


sumber: 1

Sunday, September 6, 2015

Cara Mencangkok Pohon Pepaya

Mencangkok adalah perkembangbiakan tanaman melalui  bantuan manusia  yang memiliki sifat sama dengan induknya dan cepat menghasilkan. Ciri tanaman yang bisa  dicakok yaitu berbatang kayu dan memiliki kambium. Tapi kali ini kita akan belajar bagaimana mencangkok tanaman pepaya. Pepaya memiliki ciri batang berongga, tidak berkayu, tak memiliki kambium, kadang bercabang. Lalu bagaimana cara mencangkok tanaman yang awalnya sudah tidak memenuhi syarat utama pencangkokan (berkayu dan berkambium-red). 

Ikuti langkah-langkah berikut ini:

Siapkan alat dan bahan terlebih dahulu. Berikut macamnya 

a. Pisau

b. Potongan batang kayu

c. Tanah yang sudah dicampur pupuk (disini puuk kandang-red)

d, Tali dan Plastik bisa juga sabut kelapa



1. Pilih pohon pepaya yang akan dicangkok.

2. Potong pohon pepaya separuh secara diagonal

3. Ganjal dengan batang kayu secara hati-hati, jangan sampai patah

4. Bungkus dengan tanah yang di canpur pupuk kandang, dengan dilapisi plastik.

5. Ikat dengan tali. 

6. Tunggu sampai ada benjolan / akar yang keluar.



7. Potong batang pohon pepaya yang sudah keluar benjolan / akarnya dan kuncup bunga. 

8. Tanan pada lahan yang sudah disiapkan.



Ini hasilnya , setelah dtanam  pohon  pendek dan banyak buahnya.Memudahkan kta untuk memetik. 



Pepaya jenis ini adalah pepaya jingga. Pepaya yang sudah masak , siap dpetik
kalau mau di jual , usahakan jangan terlalu masak memetik buah pepaya , sedikit kekuningan harus sudah dpetik.


Inspirasi: Lare Dusun 


Friday, August 7, 2015

Menangkap Hama Buah dengan Metode Sederhana

Salam inspirasi

Semoga berbahagia dengan setiap aktivitas masing-masing. Sahabat yang hobi menanam atau yang punya tanaman bahkan yang hidup dari hasil tanam. Pasti merasa kesal jika hasil panennya rusak gara-gara hama lalat buah.

Rasa buah menjadi tak sempurna, hasil panenan menjadi berkurang. Bagaimana cara mengatasi hama ini dengan cara yang sederhana?

Berikut akan kami sampaikan cara sederhana membuat jebakan lalat buat dengan botol bekas.

Pertama, siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
1. Botol plastik  bekas
2. Paku, untuk melubangi botol
3. Lem Fox atau sejenisnya
4. terasi
5. Tali

Kedua, lubangi botol plastik dengan paku yang sudah disiapkan. Lubang bisa secara acak.
Ketiga, masukan terasi kedalam botol  yang sudah dilubangi. Lubang pada botol berguna untuk mengeluarkan aroma terasi sebagai penarik lalat buah.
Keempat, tali botol dan lumuri botol dengan lem secara menyeluruh.
Kelima, pasang didekat tanaman yang kita tanam seperti lombok, tomat dsb.

Lihat gambar disamping.

Alat yang sudah jadi dipasang dikebun lombok.

Ini hasil tangkap satu hari pasang, ternyata banyak juga ya.

Kondisi lem jika terkena panas dan hujan menjadi  sedikit meleleh. Hal ini tergantung juga pada jenis lem yang digunakkan.

Ketika banyak hama yang tertangkap, kemungkinan besar hasil dan kualitas panen akan meningkat.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat.










inspirasi: Sahabat Berkebun Ayu Halliza

Thursday, May 14, 2015

Menanam dengan Media Bonggol Pohon

Menanam adalah satu hal yang menyenangkan bagi para pecinta keindahan. Terkhusus untuk tanaman hias bisa dicoba menggunakan cara keatif  berupa bekas potongan pohon.

Kebanyakan dari kita dalam menanam tanaman hias biasanya hanya menggunakan pot diisi tanah kemudian dirawat.  Kali ini saya akan menyampaikan cara unik dalam menaman. Cara unik ini ditujukan untuk memberi kesan keindahan yang berbeda dari apa yang terlihat tidak berguna.
Cara unik tersebut adalah menanam dengan menggunakan bonggol sisa potongan pohon.

Alat dan Bahan yang dibutuhkan:
1. Sisa potongan pohon
2. Gerjaji
3. Bor
4. Sabit
5. Tanaman Hias
6. Media tanam, seperti tanah, andam, daun bambu

Berikut caranya gan:
1. Cari sisa potongan pohon disekitar rumah milik anda.
Ketika anda mempunyai pohon besar yang mau dipotong jangan keburu dihancurkan ya gan. Karena ditangan orang kreatif itu akan menjadi keindahan. Ketika sudah menemukan bekas potongan pohon bagian bonggol, bersihkan bonggol tersebut dari sisa-sisa potongan yang belum rapi.

2. Buat lubang tanam
Setelah bonggol pohon rapi dan bersih dari sisa-sisa,langkah  berikutnya adalah memberi lubang tanam pada bonggol pohon yang sudah siap. Alat untuk melubangi bisa menggunakan bor atau benda tajam lainnya sepeti sabit, tatah dsb. Lubang tanam ini bisa dibuat sesuka agan. Semakin kreatif, semakin menarik.

3. Siapkan media tanam
Setelah bonggol pohon sudah diberi lubang tanam, tahap selanjutnya adalah menyiapkan media tanam. Media tanam bisa menggunakan tanah atau media lain. Kalau disini media tanam yang digunakan adalah campuran tanah, kulit padi dan pupuk organik. Bisa  diganti juga dengan media tanam dan asupan gizi untuk pohon lainnya. Masukan media tanam tersebut kedalam lubang tanam separuh lubang terlebih dahulu.
4.  Masukan tanaman hias yang akan ditanam.
Masukan tanaman hias sahabat, kedalam lubang yang sudah terisi media tanam tadi. Timbun perlahan lubang-lubang yang masih tersisa sehingga tanaman hias agan mampu berdiri.
5. Siram dan rawatlah tanaman
Agar tanaman lekas menyesuaikan dengan media baru, tumbuh dengan baik dan segera mengindahkan lingkungan sahabat maka  siram dan rawatlah tanaman tersebut.


Demikian tips menanam dengan bonggol pohon. Semoga bermanfaat. Salam Inspirasi


inspirasi: FB Sahabat Berkebun  Michelle Tesalonika 1