Pages

Showing posts with label INDONESIA MENYAPA. Show all posts
Showing posts with label INDONESIA MENYAPA. Show all posts

Friday, July 20, 2018

Desa Tempur, Kawasan Pengembangan Kopi Nasional di Kab. Jepara

Kopi Muria Jepara atau sering juga dikenal sebagai Kopi Jepara sudah menjadi “trade mark” yang cukup dikenal khususnya bagi pecinta kopi di nusantara bahkan di mancanegara.


Masyarakat Desa Tempur sudah terbiasa mengelola kebun kopinya secara organik dengan memanfaatkan sumberdaya yanng tersedia disekitarnya untuk pemupukan maupun pengendalian OPT.
Fokus kegiatan utama pengembangan Kawasan Kopi Nasional di Kab. Jepara ditetapkan di Desa Tempur Kec. Keling.

Luas areal pertanaman kopi pada tahun 2017 di tujuh kecamatan tercatat sebanyak 2.429,08 ha dengan produksi 919,012 ton. 


sumber: 1

Tuesday, July 17, 2018

Kopi Garut : Sukses Ekspor Pertama Tembus Pasar Taiwan

Sahabat inspirasi suka kopi?
Nih ada kopi lokal Indonesia yang sukses tembus pasar internasional. Kopi garut namanya. Ditweet dari akun Kementan. Pada tanggal 13 Juli 2018 kopi asal garut ini untuk kali pertama di ekspor ke Taiwan`

Jumlah ekspor perdana kopi Garut ke Taiwan seberat 15 ton. Kopi tersebut berasal dari kelompok tani binaan Kopi Asli Urang Garut (Kasuga). 
Selain Taiwan permintaan Kopi Garut tersebar ke beberapa negara seperti Ukraina, Qatar, Amerika dan Eropa lainnya.

Thursday, April 6, 2017

BAMBANG PURNOMO:KISAH SEORANG LOYALIS SOEKARNO

 
Dialah salah seorang loyalis Sang Proklamator, Soekarno. Bambang Purnomo, seorang mantan petarung di berbagai palagan. Bersenjatakan bambu runcing ia pernah menyambangi posisi pasukan Sekutu di Ambarawa. Pendidikan militernya ia dapatkan bersama sang kakak Bambang Sugeng - kelak menjabat Gubernur Militer hingga KSAD periode 1952-1955. Lepas PETA dilikuidasi Jepang, ia kemudian mengorganisir para laskar dan pemuda disekitaran kampung kelahiranya Kranggan,Temanggung, untuk mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan. Pernah ditugaskan untuk melatih para laskar Republik di Sumatra hingga ke Nias, dengan berjalan kaki. Petualangannya di daratan Sumatra sempat berkawan juga dengan Mayor Bejo - komandan yang cukup kontroversial kala itu.

Bahkan A.K. Gani sempat pula dikenalnya, sebagai sosok penyelundup karet mentah ke Singapura untuk ditukar dengan persenjataan yang digunakan para prajurit TNI. ** Hingga pada suatu waktu, tak begitu lama setelah peristiwa pembunuhan yang begitu sadis itu, Gerakan 30 September 1965. Ia ditangkap dan dipenjara tanpa sebab yang pasti. Lima tahun ia menghuni jeruji besi, hingga dibebaskan tanpa rehabilitasi. Ketika ditangkap ia tengah menjabat sebagai perwira logistik di Mabes AD. Dalam kesaksianya ia hanyalah seorang loyalis sekaligus Soekarnois. Meski dipenjara tak membuat ia menjadi pendendam.
Ia terima dengan segala adanya sebagai seorang loyalis. Dan ia lakukan tanpa penyesalan. Kini di usia yang kian renta, ia hanya mampu terkulai, tersiksa tubuh yang kian renta, atau barangkali hanya menunggu malaikat maut menghampirinya. Dan ia merupakan laki-laki yang selalu berpegang teguh pada prinsip dan kesetiaan. Bambang Purnomo, meski renta tak sedikitpun semangatnya pudar. 


 Foto : koleksi keluarga Bambang Purnomo.

Wednesday, August 31, 2016

Yoga Siratmoko, Seniman Kriya Outodidak

Yoga Siratmoko seniman kriya asal Magelang. Banyak memberikan cerita inspiratif bagi saya. Dibalik semua karyanya  tersimpan cerita tentang keuletan, ketelitian, kesabaran, pantang menyerah dan kreatifitas.

Karya Yoga sudah sering dijual ke luar negeri. Seperti Singapura, Inggris  dan Prancis. Sebelum menekuni seni kriya dia adalah seorang pelukis.Semasa menjadi pelukis Yoga sudah sering bertemu dengan perupa perupa kenamaan Indonesia. Mulai dari pelukis kanvas sampai kartunis. Yang paling nggeh ketika dia sedikit bercerita tentang Wedha. Pencipta seni popart khas Indonesia, popart aliran wedhanisme atau lebih dikenal dengan WPAP.

Didepan kami ada patung Bima Membunuh Naga buah karya yang diselesaikan dalam waktu +/- 6 bulan. Dia membuat salah satu masterpiecenya ini dengan menggabungkan berbagai jenis potongan kayu dan berbagai jenis barang yang kita anggap sebagai sampah. Patung kayu ini dibuat dengan menggunakan tiga jenis pisau pahat. Digabungkan dengan lem kayu.
Yang lebih mengesankan lagi dalam setiap karyanya dia membuat tanpa menggunakan contoh model. Semua murni hasil imaji yang langsung dia tuangkan pada media-media yang ada.
Bagi Yoga "Semakin sulit dan rumit suatu karya maka semakin asyik untuk diselesaikan"

Art is passion

Bagi yang ingin lihat karya lain yang lebih wow atau belajar (workshop) dengan Yoga Siratmoko bisa kunjungi galeri miliknya di:
"Galery Kayoe"
Jalan Abiyasa No. 19, dukuh Krajan, RT 01 RW 03, Salatiga

Salam Kreatif

#seni #art #senikriya #seniman #master #senirupa #masterpiece #magelang #jateng #jatengeksis #jatenggayeng #jatenggayeng2016 #pestarakyat #galeriseni #salatiga #pahat

Monday, May 23, 2016

Politik Etis dan Kebiasaan Balas Budi


Politik etis dilaksanakan di Indonesia pada tahun
1900-1914. Penjajah melaksanakan balas budi kepada negeri jajahannya bukan karena beramal baik.
Tetap saja akan ada imbal balik terhadap pihak penjajah. Politik etis atau lebih dikenal dengan politik balas budi tidak semata penjajah ingin menyejahterakan kaum terjajah. Mereka akan tetap berharap keuntungan besar sehingga kelanggengan penjajahan akan terus berlangsung tiada akhir.
Politik etis yang diterapkan di Indonesia kala itu memfokuskan dalam tiga hal yaitu edukasi, imigrasi dan irigasi.
Lalu,
Apakah politik etis benar untuk negeri jajahannya?
Ketika benar tentu tidak akan muncul kontradiksi perlawanan.
***
Kebiasaan politik etis masih terbawa hingga kini. Kebiasaan tolong menolong, ikhlas tanpa pamrih senantiasa luntur. Seakan tindakan ikhlas menolong adalah tindakan yang merugikan.
Hal seperti ini yang harus dihapuskan. Pikiran menolong harus dengan mendapatkan imbal balik langsung harus dihilanngkan.
Kita harus mengganti dengan pola baru. Menolong tanpa pamrih, menolong tanpa syarat. Kalau menolong, ya sudah tolong saja tanpa berpikir yang lain.

Insya Allah jika lakukan hal tersebut, kelancaran dan keberkahan senantiasa terlimpah kepada kita semua.

Sunday, May 22, 2016

Soekarno dan Politik Etis

Politik etis melahirkan generasi pembaca dan pemikir. Penjajah terpaksa memberikan pendidikan karena ingin mendapatkan tenaga kerja yang terdidik tapi murah. Maka dibangunlah pendidikan praktis. Dalam pendidikan praktis peserta didik hanyalah diberikan ilmu pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan kolonial tanpa pengembangan ilmu pengetahuan yang lebih komprehensif.  Tapi dalam politik etis melahirkan kontradiksi yang tak sesuai dengan harapan pemakainya.


Dari pendidikan praktis yang diniatkan untuk mendapat tenaga murah malah  memunculkan orang-orang yang kritis, memberontak dan melawan. Soekarno, adalah contoh hasil kontradiksi itu. Dia dengan pemikirannya, dia dengan tindakannya adalah kontradiksi politik etis.

Sebagai wujud kontradiksi-kontradiksi politik etis Soekarno tidak asing dengan penjara dan pembuangan. Salah satu pledoinya yang terkenal yaitu Indonesia menggugat. Menggambarkan bagaimana Indonesia seharusnya. 

Wednesday, October 28, 2015

Halo Pemuda Indonesia


Hola pemuda Indonesia. 

Bagaimana kondisimu sekarang.Semakin baik atau semakin buruk. 

Berbarengan dengan genjarnya revolusi mental. Sudah berubahkah kita?

Hola pemuda Indonesia.

Bersyukurlah hari ini. Momentum perubahan ternyata berulang. Karena kita masih bernapas saat ini.

Ditanggal ini, dibeberapa dasawarsa silam. Ada upaya perjuangan mewujudkan Indonesia merdeka.

Dikumandangkan lagu kebangsaan paling semangat untuk kali pertama. Indonesia Merdeka Merdeka.

Hola pemuda Indonesia

Itulah cita panjang yang harus diperjuangkan dengan otak dan darah.

Jangan sia-siakan itu.

Hola pemuda Indonesia

Jangan buat ibu pertiwimu menangis kembali. Cukup derita panjang dahulu mereka rasakan. Karena apa yang mereka capai adalah untuk kebaikan anak cucunya dimasa mendatang.

Hola pemuda Indonesia

Cukuplah berbuat kerusakan. Isi tanah air ini dengan kebaikan. Sekecil apapun karyamu tetap akan berikan perubahan.

Hola pemuda Indonesia

Kembalilah bangkit. Jangan merasa  nyaman dengan kerusakan disekitar. Buatlah perubahan.

Hola pemuda Indonesia

Jangan pernah buntu untuk karya bermutu. 
Jangan pernah berhenti untuk berkreasi.

Hola pemuda Indonesia

Negeri ini butuh jerih payahmu, bukan tindak anarkimu. 

Tuesday, October 13, 2015

SOLIDARITAS : SALIM KANCIL DIBUNUH


DITANAH KAMI 
NYAWA TAK ADA ARTI
LEBIH MURAH DARI PASIR TAMBANG

DITANAH KAMI
PEMIMPIN MATI HATI
MENUMBUH SUBURKAN TIRANI

DITANAH KAMI 
SALIM KANCIL DIBUNUH SADIS
OLEH MANUSIA-MANUSIA KALAP
KARENA KESERAKAHAN DAN UANG

DITANAH KAMI
KEBENARAN YANG SEHARUSNYA BESAR
JADI KECIL KARENA PEMILIKNYA ORANG KECIL
SUKANYA PENGUASA 
TAK SETUJU  "YA, DIMATIKAN"


#KEADILANUNTUKSALIM KANCIL
#SALIMKANCILDIBUNUH
#SALIMKANCIL

MELAWAN ASAP


MASIH MELAWAN ASAP
SEBUAH KERINDUAN UNTUK HIDUP NORMAL
DENGAN UDARA SEGAR DIBAWAH LANGIT BIRU

MASIH MELAWAN ASAP
SEBUAH PERMINTAAN UNTUK TINDAKAN TEGAS
KEPADA PARA PEMBAKAR LAHAN

MASIH MELAWAN ASAP
SEBUAH HARAPAN UNTUK SEGERA DISELESAIKAN
DENGAN KERJA NYATA BUKAN PURA-PURA

MASIH MELAWAN ASAP
SEBUAH KEINGINAN UNTUK BERSATU PADU
BAHU MEMBAHU MELAWAN BENCANA ASAP





#MelawanAsap

Saturday, September 12, 2015

Emha Ainun Najib : Champion Of Life, Cintaku Sekonyong-konyang Koder

Ungkapan perasaan Emha Ainin Nanjib tentang Indonesia



Aku jatuh hati pada Indonesia. Tanah air alunan balada antagonis-protagonis yang harmonis. Tak peduli apakah nenek moyang mereka adalah Ibu Peradaban Dunia ataukah raja dan rakyat dungu yg bisa dijajah ditipu diperdaya oleh sekumpulan satpam VOC.
Biarin apakah mereka berasal usul dari Negeri Atlantis, Sunda Land, atau turunan Nabi Sis ketika darah istrinya dirasuki Iblis. Tidak urusan apakah sejarah manusia Nusantara lebih tua dibandingkan dengan Yunani kuno, Mesir kuno, Inka-Maya, Mesopotamia, sehingga juga jauh lebih tua daripada Ibrahim yang menurunkan Yahudi dan Arab yang kini sedang menguasai dunia.
EGP, apakah mereka sedang dilanda epidemi peracunan otak dua millenium, penipuan global yang berlangsung sejak lahirnya Isa Al-Masih, dilanjutkan 37 sesudah penyaliban beliau, serta disempurnakan tiga abad silam sesudah Revolusi Industri.
Pertengseng apakah benar "kasepuhan" nenek moyang Nusantara ini sengaja dikubur disembunyikan oleh pemenang sejarah dunia modern. Nggak patheken juga apa mbah-mbah buyut mereka dahulu kala merupakan perintis "10 pilar peradaban" biangnya peradaban pertanian bumi dan kemaritiman laut, bikin password pemindah hujan, penyusun awan, dan penolak rudal, impor logam dari Mars dan Neptunus untuk bikin keris, teknologi penerbangan frontal anti-gravitasi, penemu bahan adiksi-adiksi dari antara gunung berapi dg laut selatan, 41 level santet, yg anak-cucunya rindu trap-trap  sawah pegunungan hingga bikin piramid. Atau apapun saja.
Juga biarkan saja apakah Maha (Perdana) Menteri Gadjah Mada dengan ideologi ambeng-nya jauh lebih demokratis dibandingkan dengan "tumpeng" NKRI yang berlagak demokrasi tapi rakyatnya tak punya daya kontrol apa pun terhadap tipu daya nasional para pemimpinnya. Pun tak usah disesali kenapa Majapahit bikin bangunan keraton dari kayu, sehingga hancur luluh tenggelam oleh luapan lumpur Canggu antara Sidoarjo dan Mojokerto.
Go to hell with simpang siur sejarah. Wali Songo pun skrg semakin digugat-gugat eksistensi historisnya, karena "iman" metodologis-historis kita tidak kepada babad, legenda, folklore, atau dongeng. Toh, sekarang para EO menyibukkan masyarakat untuk menziarahi Wali Sepuluh: Wali Sembilan plus Gus Dur, sementara Hadlratus-Syaikh Hasyim Asy'ari kakek beliau dan Kiai Wahid Hasyim bapak beliau sedang dipertimbangkan apakah termasuk wali atau bukan. Bahkan biro-biro travel sudah melantik Wali Songo Jawa Timur. Jadi Sunan Gunung Jati, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, tdk termasuk. Dicari wali-wali lain di lingkup Jawa Timur untuk disembilan-sembilankan.
Aku jatuh hati kepada Indonesia. Sebagian rakyatnya yang tidak bobrok berpendapat, Indonesia sedang bobrok-bobroknya. Kenyataannya tidaklah bobrok, karena kebobrokan tidak mengerti kebobrokan, kegelapan tidak menyebut dirinya kegelapan. Para penganut aliran kebobrokan berteriak cemas: "Bangsa Indonesia harus bangkit!" Sementara itu, yang paling bobrok berpikir sebaliknya: "Kita sudah bangkit, bahkan sedang menikmati ninabobo dunia internasional yang menganugerahi kita 'Award of Kebangkitan'."
Di fajar hari, ibu-ibu sudah siap di pasar ketika presiden masih tidur. Ada yang berfilsafat: rakyat yang baik adalah yang rajin salat subuh, yang produktivitasnya dimulai sejak sangat dini. Tapi ada yang memelesetkan: subuh itu berwarna hijau, karena subuh adalah Islam. Presiden dan pemerintah jangan rajin salat subuh, supaya wajahnya tak jadi hijau, seperti tahun-tahun terakhir Soeharto. Dunia tidak suka Indonesia berwarna hijau dan pakai peci. Untuk Indonesia, Islam mesti hijau lapuk, pemeluknya harus bodoh, kumuh, brutal, dan nutrisi rendah.
Meskipun demikian, tampil modern dan mewah boleh juga, asalkan hipokrit dan permisif. Terserah. Yang pasti, jangan suruh rakyat Indonesia bangkit. Mereka tiap hari sudah bangkit, karena tiap hari jatuh. Kejatuhan adalah parameter utama rakyat dalam mengukur setiap pemerintahan yang menimpakan kepada mereka musibah-musibah. Seberapa kadar kejatuhan rakyat pada penguasa yang ini, yang itu, di zaman kerajaan maupun republik.
Rakyat Indonesia adalah pakar kejatuhan, maka juga Pendekar Kebangkitan, yang mampu bangkit meskipun tanpa kebangkitan. Maka bernama bangsa garuda, meskipun ada yang mengejeknya sebagai bangsa emprit. Tak apa. Emprit jasadnya, garuda jiwanya. Garuda memperoleh kelahiran kedua pada usia sekitar 40 tahun dengan terlebih dulu melakukan penghancuran atas paruh dan kuku-kukunya,yang kemudian, bagi yang lulus: tumbuh paruh sejati dan kuku sejati. Sebagaimana garuda terbang ke gunung-gunung batu untuk mematuki dan mencengkeram batu-batu itu sampai paruh dan kukunya tanggal --bangsa Indonesia hari ini juga sedang riang-riangnya menghancurkan paruh dan kukunya sendiri. Garuda bangkit dan terbang, dengan 17 helai sayap dan 8 helai ekor, angka hari kemerdekaan 17 Agustus 1945.
Andaikanpun Indonesia merdeka pada tanggal 1 bulan 1, ia tetap jagoan dan sanggup terbang dengan sayap sehelai.Bangsa tertangguh di muka bumi ini, sanggup bergembira dalam derita, mampu melangkah pasti di jalan ketidakpastian, ringan tertawa di kurungan rasa bingung dan sengsara.
Aku tergila-gila pada Indonesia. Bangsa yang juara atas hidupnya sendiri. Warga negara miskin antre naik haji menunggu 10 tahun lebih, tanpa pernah menawar berapa pun biayanya. Bahkan membayar di muka, tanpa peduli ke mana bunganya.
Di Tanah Suci, mereka sowan kepada Kanjeng Nabi dan mendengarkan petuah menantu beliau si penjaga pintu ilmu Sayyid Ali bin Abi Thalib: ''Wahai bangsa Indonesia, jangan katakan kepada Tuhan bahwa kalian punya masalah, tetapi nyatakan kepada masalah bahwa kamu punya Tuhan." Bangsa Indonesia punya banyak senjata untuk melawan kejatuhan dan siaga menyelenggarakan kebangkitan.
Mereka menantang kehidupan yang tidak rasional dan penuh kemustahilan dengan "bismillah".  Atas nafkah tidak mencukupi mereka bilang "tawakal". Didera keadaan serba-kekurangan terus-menerus mereka ladeni dengan "tirakat" dan keyakinan bahwa ''ayam saja dikasih rezeki oleh Allah''. Ditipu habis oleh penguasa, cukup mereka tepis dengan ''Tuhan tidak tidur''. Usaha gagal, dagang bangkrut, mereka layani dengan "istiqamah" dan "jihad fisabilillah".
Besok belum tentu makan, apalagi bayar kontrakan rumah dan terlebih-lebih lagi membiayai anak sekolah tidak membuat mereka putus asa, karena di dalam dada mereka ada "nekat". Mereka adalah champion of life. Jagoan dalam mengalahkan segala jenis kesusahan hidup. Juara penderitaan. Sanggup membangun kegembiraan dalam kesengsaraan. Petarung kesulitan. Pendobrak kemustahilan. Tertawa dalam kehancuran.

Pandai dalam kebodohan. Tidak mengenal lelah untuk terus-menerus ditipu, dibohongi, diperdaya, dan ditindas. Di negara Pancasila, mereka sangat percaya kepada Tuhan, tetapi sangat toleran kepada berhala-berhala. Di berbagai kegiatan hidup, dari keagamaan, politik, dan budaya, mereka bahkan cenderung eksploitatif terhadap berhala-berhala.
Sangat gemar bermain berhala, mengambil apa dan siapa saja sekenanya untuk diberhalakan, dipresidenkan, digubernurkan, di-Gus-kan. Esok paginya berhala itu dibuang, ganti berhala baru. Para champion of life sangat percaya diri, sehingga semau-mau mereka ambil berhala, pura-pura menyembahnya, mengaturnya, mempergilirkannya.
Rasa sayangku pontang-panting kepada Indonesia. Bangsa yang tidak menuntut kepemimpinan kepada para pemimpin. Tidak menuntut komitmen kerakyatan kepada petugas pemerintahan yang mereka upah. Tdk menagih kesejahteraan kpd pengelola tanah airnya, bahkan menyedekahkan kekayaan kepada kepala negara kepala  pemerintahan dan seluruh jajarannya.
Tidak mempersyaratkan keterwakilan kepada para wakilnya. Lahap mengunyah disinformasi yang dipasok oleh para petugas informasi. Bangsa yang tidak mengenal kehancuran. Sebab memang tidak berjarak dari kehancuran. Juga karena dalam stuktur kejiwaan mereka: antara kehancuran dan kejayaan, antara riang dengan sedih, antara maju dengan mundur, hebat dengan konyol, mulia dengan hina, pandai dengan bodoh, surga dan neraka, pada alam mental rakyat Indonesia --itu semua sama sekali bukan polarisasi, tdk bersifat dikotomis, tak berhulu-hilir, hulunya adalah juga hilirnya, hilirnya adalah jg hulunya.
Tak ada garis lurus interval. Kedua dimensi nilai-nilai itu berada dalam bulatan yang bersambung, yang kalau dipandang dari jarak tertentu: ia adalah sebuah titik. Rakyat Indonesia tidak tertindas oleh ketidakmenentuan dalam kehidupan bernegara. Republik ayo, kerajaan monggo.  Presidensial silakan, parlementer tak apa. Kalau pengurus negerinya mengabdi kepada mereka, ya, tidak dipuji. Kalau mengabdinya kepada diri penguasa sendiri, ya, dibiarkan. Kalau tidak mengabdi malah menganiaya, ya, dikutuk beberapa saat saja.
Mereka tidak terikat untuk mengingat apa yang harus diingat atau melupakan sesuatu yang harus dilupakan. Juga tidak tertekan untuk harus tahu dan mengerti sesuatu. Mau ingat apa, mau lupa apa, mau ngerti apa, terserah-serah kepentingan mereka saat itu. Sebab akurasi energi psikologis mereka mengarah ke kebahagiaan diri: ingat, lupa, dan mengerti bisa menjadi tembok penghalang utama yang membuat mereka tidak mencapai kebahagiaan secara pragmatis dan permisif.
Bahkan antara ingat dan lupa, antara ngerti dengan tidak ngerti, bisa diracik oleh jiwa manusia Indonesia menjadi sebuah kesatuan yang dibikin relatif. Kapan butuh ingat, dia ingat. Kalau yang menguntungkan adalah lupa, mereka pun lupa. Jangankan tentang isi dunia, sejarah, negara, pemerintah, penggadaian kekayaan tanah air, korupsi, dan perampokan oleh luar maupun dalam negeri: sedangkan terhadap surga sesungguhnya mereka tidak rindu-rindu amat, dan terhadap neraka mereka tidak benar-benar ngeri.
Cintaku kepadamu sekonyong-koder, Indonesia.

Inspirasi: 
1

2 Bangzul_pni

Thursday, September 10, 2015

Refleksi Hari Olahraga Nasional : Perbaiki Olahraga Nasional


Men sana in corpore sano. Didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Selamat Hari Olahraga Nasional untuk negeriku. Badan sehat untuk Indonesia Hebat. Tema tepat untuk bangkitkan Indonesia.

Menjadikan Indonesia hebat lewat olahraga. Mengartikan bahwa mari kita rajin olahraga agar sehat. Ketika kita sehat, kita dapat kerja, kerja dan kerja dengan maksimal. Dengan badan yang sehat produktivitas meningkat dan stabil. Sedikit  orang sakit indikator kesuksesan kesehatan nasional. Menjadikan Indonesia hebat lewat olahraga. Mengartikan harumkan nama Indonesia dengan olahraga. Lahirkan atllet-atlet olahraga  berprestasi bukan atlet-atlet korupsi.
Indonesia hebat lewat olahraga adalah kebanggaan kita semua. Tapi kondisi Indonesia kini sulit bersaing. Dilevel Asean sekarang sudah tak bertaring. Mulai tertinggal dengan dulu negara-negara yang kita tinggal.

Indonesia hebat lewat olahraga adalah harapan. Kado indah juara dunia  IBF 2015 ganda putra adalah ajakan. Pesan untuk melangkah maju bangkit dari keterpukan. Ini adalah motivasi ditengah carut marutnya negeri.

Badan sehat untuk Indonesia hebat diwujudkan dengan penambahan fasilitas ruang publik.  Pertama penambahan fasilitas ruang publik untuk aktivitas olahraga. Berikan aturan dan lakukan perawatan secara berkala. Berikan kenyamanan masyarakat untuk melakukan aktivitas diruang publik tersebut. Dengan rasa nyaman ditambah aman orang akan banyak melakukan aktivitas olahraga untuk menyehatkan badan. mereka  biasa juga akan mengajak orang lain untuk gemar olahraga di ruang publik yang aman dan nyaman tersebut.  Semakin baik dan bertambahnya fasilitas olahraga tentunya akan menyehatkan masyarakat Indonesia. Kedua, Pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan disetiap cabang olahraga. Pembinaan atlit-atlit muda sangat penting. Lakukan terstruktur dari tingkat pusat sampai daerah. Pembinaan yang baik dilakuan untuk semua cabang olahraga, bukan olahraga populer saja. Disini diharapkan segenerasi berjalan lancar dan hasilkan banyak atlit berkualitas.  Ketiga, perbanyak kompetisi untuk meningkatkan kompetensi. Dengan banyak meningkatkan ditingkat lokal akan menambah kemampuan dan pengalaman bertading. Atlet akan senantiasa terasah kemampuannya. Kompetisi bisa dimulai dari yang terkecil desa, kecamatan, kabupaten, karisidenan, provinsi dan nasional. Pelaksana bisa mandiri melalui sponsor atau lewat pemerintah.  Keempat, ajak perusahaan-perusahaan besar untuk ikut aktif melakukan pembinaan atlet. Melalui regulasi yang tepat setiap perusahaan diharap untuk bisa menyisihkan sebagian keuntungannya untuk membangun negeri. Kita bisa melihat apa yang dilakukan oleh Djarum Foundation lewat bulutangkis. Perusahaan-perusahaan lain diharap juga bisa mmelakukan hal tersebut . Kembangan cabang olahraga lain sehingga akan semakin variatif, berkualitas dan berprestasi.



Salam Olahraga, Bangkit Indonesiaku, Jayalah !!!

Saturday, September 5, 2015

Romli Atmasasmita: Moratorium Pemberantasan Korupsi

Ahli hukum Unpad Bandung mulai jengah dengan kegaduhan di negeri ini. Berikut pendapat  beliau lewat kumpulan twett tentang situasi hukum Indonesia saat ini:  

Paternalistik Mendarah Daging
Budaya Kultur bangsa ini paternalistik sudah terinternalisasi sejak kerajaan Majapahit dan Padjadjaran s/d saat ini dalam semua sektor kehidupan.  Budaya paternalisme adalah suatu system yang menempatkan pimpinan sebagai pihak yang paling dominan. Corak hubungan paternalistik pada dasarnya lebih bersifat informal, sangat pribadi, serta kebiasaan-kebiasaan tidak resmi yang berkembang dalam struktur birokrasi (Blau and Scoot, 1978).

Bertolak Belakang
Perilaku LAWAN penguasa HARAM apalagi seret kedalam kasus hukum.  Jika ada pemimpin yang janji TEGAKKAN HUKUM TANPA PILIH-PILIH BULU, NONSENSE! Gaya politik pemimpin Indonesia yang janji-janji  TEGAKKAN HUKUM BERTENTANGAN DENGAN KULTUR PATERNALISTIK. Gaya politik seperti itu jelas MUNAFIK.

hukum bukan panglima lagi melainkan kekuasaan!
Semakin tegak hukum semakin takutlah kekuasaan.jangan berangan-angan ada kepastian dan keadilan tanpa tangan kekuasaan. Kondisi hukum dan penegakkan hukum dengan kekuasaan terjadi di semua negara kecuali negara dengan kesadaran masyarakat yang tinggi tentang hak berdemokrasi. Para ahli hukum jangan mimpi kepastian hukum dan keadilan karena hukum bukan panglima lagi melainkan kekuasaan!

Siapa Dalangnya???
Pergantian era orde baru ke orde reformasi sd saat ini hanya pergantian orang dan baju yang dipakainya sedangkan mentalitasnya tetap sama. Saksikan jika kasus AS,BW, Emerson cs, pelindo II dan TPPI mangkrak kentara siapa dalang di balik pencopotan BUWAS.

Memihak, Berat Sebelah!!!
Komentar ICW atas pencopotan BUWAS nongol di koran tempo. Kemarin2 gak berani. Tampaknya puas mereka !Jika polri agresif tangani mega korupsi LSM anti korupsi/diem senyap tampak kurang gembira.jika KPK mereka tepuk tangan riuh jelas berpihak!

Ketika Lembaga Kontrol Berafiiasi Ke Kekuasaan
Lembaga kontrol sosial yang berpihak sama dengan tidak ada kontrol kecuali penggembira saja buat apa dana bejibun di ICW sd hampir 100 M? Dana ICW dari 53 donor asing kurang lebih 63 M dari dana lainya kurang lebih 23 M; korporasi atau organisasi nir laba??? Belum lagi proyek2 dr KPK dan dana saweran KPK yang tidak jelas dasar hukumnya?? Berbahaya bangsa ini jika LSM sudah kolaborasi dengan Kekuasaan.

Moratorium Pemberantasan Korupsi

Jika bareskrim dan kejaksaan dibungkam untuk berantas korupsi dan KPK dipolitisasi mari kita tegaskan moratorium pemberantasan korupsi! Juga moratorium seleksi calpim KPK sebelum UU KPK direvisi karena masalah 36 TSK KPK dengan bukti yang tidak jelas.  Karena  langkah hukum yang eksesif. Jika ada yang tidak setuju pendapat saya jangan baca.

    TW : @romliatma 04/09/2015 

Friday, September 4, 2015

Ruang Publik Untuk Lahirkan Generasi Yang Ramah



Generasi  arogan dan pemarah lahir dari kondisi lingkungan yang stres. Mereka merasa menang dan tak mau kalah. Individualis tanpa empati. Mereka tidak mampu menangkap apa yang dirasakan orang lain. Tingkat peka sosial mereka rendah. Sehingga apa yang diaktualisasi sangat merugikan.

Interaksi nyata dari orang yang arogan dan pemarah sangat minim. Penyebabnya bisa dari dalam maupun luar diri. Dari dalam diri kerena sifat yang dimiliki orang itu. Sedangkan dari luar, bisa disebabkan oleh keengganan dari orang lain untuk berinteraksi dengannya. Hal ini menyebabkan orang yang arogan dan pemarah kehilangan rasa empatinya.

Dengan sedikitnya interaksi nyata yang dimiliki sifat arogan dan pemarah semakin memuncak.  Terlebih dengan perkembangan gadget dan medsos, semakin menambah keegoisan. Mereka bisa melampiaskan apa yang dirasakan tanpa kontrol. Mereka mampu menalar dengan baik, akan tetapi tanpa dilengkapi kecerdasan emosi.  Orang-orang yang arogan dan pemarah ini seringkali bersembunyi pada akun-akun palsu untuk sembunyikan jatidiri.

Melihat kondisi seperti ini maka diperlukan suatu cara bagaimana generasi arogan dan pemarah bisa diatasi. Kerjasama pemerintah dengan masyarakat diperlukan untuk mewujudkan generasi cerdas, santun dan ramah. Pemerintah bisa mewujudkan ruang-ruang publik yang berguna untuk melatih rasa empati. Diruang-ruang publik masyarakat bisa beraktivitas untuk bertatap muka. Dalam ruang publik masyarakat dapat melihat ekspresi hasilkan empati. Bukan sekedar emoticon yang bisa jadi ungkapan kepalsuan dari komunikan. Ruang publik dapat meleburkan rasa egois mereka kedalam perbedaan-perbedaan yanga ada.

Inilah arti penting ruang publik dalam membentuk karakter. Oleh karena itu, ruang publik harus dijauhkan dari hal-hal yang membuat tidak nyaman. Seperti sampah yang tak terkelola, asap rokok, penggunaan gadget yang berlebihan, bising, keonaran dsb

Saturday, August 22, 2015

Negara, Rakyat dan Pemerintahan

Syarat berdiri negara ada empat komponen. Ada Rakyat sebagai manusia yang memajukan suatu negara. Terdapat wilayah yang sah sebagai daerah yang didiami oleh masyarakat untuk melakukan aktivitas kehidupannya. Memiliki pemerintahan sebagai petugas atau aparat yang mengelola jalannya suatu negara. Mendapatkan pengakuan dari negara lain  sebagai negara merdeka dan memiliki kedaulatan untuk menjalankan roda pemerintahan.

Wilayah Indonesia sudah jelas. Terbentang dari Sabang sampai Merauke. Memiliki garis astronomis yang luas 6 LU- 11 LS dan 95 BT- 141 BT. Indonesia juga sudah merdeka tepatnya 70 tahun yang lalu. Sudah mendapat pengakuan dunia yang pertama kali didapat dari negara Mesir. Jumlah penduduk sebagai rakyat Indonesia sudah berjumlah lebih dari 200 juta jiwa. Untuk pemerintah sebagai aparatur negara juga telah dimiliki. 

Pemerintah sebagai aparatur negara memegang peran  penting dalam pembangunan. Mereka memiliki fungsi sebagai perencana, pengatur, pelaksana, pengendali dan pengawas. Rakyat yang mendiami suatu negara dalam pembangunan berperan sebagai objek dan subjek.Rakyat sebagai objek pembangunan berarti mereka adalah sasaran dari pembangunan yang dilakukan pemerintah. Rakyat sebagai subjek berarti mereka adalah orang yang melakukan pembangun untuk memajukan negara. Pemerintah dengan fungsinya, rakyat dengan tugasnya harus memiliki hubungan yang saling mendukung dan saling membutuhkan.

Negara Indonesia dengan wilayah yang luas dan beraneka harus dibangun sesuai karakteristiknya. Indonesia dengan banyak penduduk dan segala problematikanya harus dibangun dengan secara berkesinambungan dan manusiawi. Dalam pembangunan penduduk dan wilayah dengan tujuan menghilangkan permasalahan harus ada kekompakan. Keserasian antara pemerintah dan rakyat sangat dibutuhkan. Sehingga setiap kebijakan pemerintah untuk kebajikan bisa dilakukan dengan  bijak. 

Dalam pembangunan pasti pemerintah dan rakyat saling berhubungan. Kadang kita melihat pembangunan itu lancar dan aman. Tak jarang pula kita juga temui dalam pembangunan terjadi kerusuhan terutama yang menyangkut pengembangan wilayah. Bulan ini yang sedang ramai adalah kerusuhan di Kampung Pulo, Jakarta Timur. Dimana pemerintah daerah melakukan penggusuran terhadap rumah yang disinyalir didirikan ditanah milik negara. Kegiatan ini dilakukan guna normalisasi sungai Ciliwung sebagai penangkal banjir tahunan Jakarta.

Kasus ini bisa menjadi contoh dari ketidakompakan antara pemerintah dan warga negara. 
Ini menunjukan tidak ada titik temu antara pihak pemerintah dan pihak rakyat. Rakyat yang membuat perumahan di tanah negara itu salah. Sedangkan reaksi aparat yang bringas terhadap warga juga salah. Secara psikologis orang yang kehilangan itu sedang terluka, ditambah petugas penggusur datang untuk mengeksekusi, keinginan untuk berkompromi kembali  tidak ditanggapi. Ini membuat suasana semakin panas. Tindakan responsif langsung terjadi. Bentrokan , pembakaran tak dapat dihindarkan. Pemerintah pusat langsung kirim pasukan tambahan. Kampung Pulo pun semakin membara.

Tujuan pemerintah melakukukan penggusuran itu baik. Menghilangkan stikma Kampung Pulo sebagai ikon banjir Jakarta. Rumah susun juga sudah disediakan. Tapi bentrokan dan kerusuhan yang disayangkan. Kasus ini memberikan pelajaran bagi kita, dalam menangani suatu masalah aspek kemanusiaan harus dijalankan, bukan aspek emosional yang dikedepankan.Pemerintah juga harus mampu mengartikan  negara itu milik siapa. Jadi dalam setiap melaksanakan kebijakan, pemerintah sebagai aparatur bukan sebagai owner
suatu negara. Jgnlah aparatur negara / Pemerintah seakan menjadi pemilik. Karena mereka hanya aparat mewakili negara. Negara itu milik rakyat bukan aparat.

Wednesday, August 12, 2015

Tipe Gunung Api di Indonesia

Wilayah Indonesia dilalui oleh dua jalur pegunungan dunia. Pertama, sirkum Mediterania masuk melalui Sumatra- Jawa sampai Nusa Tenggara. Kedua, sirkum Pasifik masuk melalui Sulawesi- Maluku sampai Papua. Dengan keberadaan Indonesia di wilayah ini maka tak jarang kita mendengar kabar tentang aktvitas vulkanik yang sering memakan korban. 

Dari banyaknya gunung berapi di Indonesia kita bisa mengelompokan kedalam beberapa jenis. Berdasarkan bentuknya ada Gunung Api Strato, Gunung Api Maar, untuk tipe Gunung Api Perisai di Indonesia tidak ada.

Gunung Api Strato

Pada umumnya bentuk gunung api di Indonesia adalah strato. Berbentuk kerucut dengan puncak yang runcing atau lancip seperti kerucut. Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku banyak memiki gunung yang puncaknya berlapis-lapis ini. Puncak kerucut terbentuk karena saat terjadi letusan, material yang dikeluarkan melalui lubang kepundan memiliki letusan yang lemah dan berwujud kental. Hal ini terjadi secara berulang-ulang, menyebabkan magma tidak terlempar jauh dari lubang kepundan, meleleh dan membeku disekitarnya. 

Contoh Gunung Api Strato di Indonesia adalah Gunung Merapi diantara Jawa Tengah dan DIY. Gunung Kerinci  di Jambi Sumatra, Gunung Semeru Jawa Timur, Gunung Merbabu di Jawa Tengah,
 
Gunung Merapi  ()

Gunung Kerinci ()
Gunung Semeru (@whiempy)
Gunung Merbabu (

Gunung Api Maar

Gunung Api tipe ini berbentuk corong. Mempunyai puncak kepundan yang berlubang lebar dengan dikelilingi oleh dinding terjal. Terbentuk karena letusan yang sangat dasyat. Saat terjadi letusan sebagian puncak terlempar membentuk lubang besar.

Contoh gunung api Maar di Indonesia adalah Gunung Bromo, Jawa Timur, Gunung Tambora Nusa Tenggara, Gunung Ranu Klakah Lamongan Jawa Timur

Gunung Bromo (@madkemi)

Gunung Tambora ()
Gunung Raung ()

Gunung Api Perisai

Memiliki bentuk perisai menyerupai prisma. Lereng sangat landai. Di Indonesia tidak ada gunung api berbentuk seperti ini.


Monday, August 10, 2015

Gunung Merbabu, Pesona Alam yang Menakjubkan

@anjargbastian
Pemandangan juara 3S  terlihat  semua. Merbabu tampak indah dengan jajaran gunung sindoro sumbing slamet.


Gn. Merbabu memiliki ketinggian 3.142mdpl. Gunung  berbentuk strato ini dikelilingi  daerah administratif  Magelang, Boyolali, Salatiga, dan Kab. Semarang. Gunung dengan hamparan sabana yang luas ini sudah lama tidak aktif, walau dari namanya merbabu termasuk gunung aktif. "merbabu" berasal dari gabungan kata "meru" (gunung) dan "abu" (abu).

Gunung Merbabu memiliki pemandangan dan tempat-tempat yang menarik. Sobat bisa coba dan rasakan sensasinya. So, cek berbagai photo dan informasi menarik tentang Gn. Merbabu berikut.






 
Menikmati pagi dengan pancaran sinar yang menyelimuti lawu. Bonus Merbabu dengan indahnya Gn, Lawu yang tak pernah hilang.



 
Jalan Merbabu, walau panas tetap nikmat.

Perjalanan dikala pagi saat awan mulai bergumpal.

 
Keindahan yang tak pernah ingkar janji. 
 
Sabana 1, menghampar tatanan rumput-rumput liar.


 
@vicri_mar
Sabana 2, rerumputan yang menghampar.


@bayu_ca
Puncak 1   " Watu Gubuk (Pertapaan) Gunung Merbabu ditempuh melalui jalur Thekelan. Kondisi memprihatikan karena ulah peusak alam. Aksi vandalisme yang merusak pemandangan. Tumpukan batu ini membentuk gubuk yang dulu digunakan untuk bertapa. 



 
Dody Setiawan
Puncak Trianggulasi Merbabu


 

Puncak Kenteng Songo














Informasi kendaraan dari Semarang ke  basecamp:
Semarang ke basecamp naik bus yang ke salatiga, turun di lampu merah kopeng, dari situ ada angkutan elf sampai basecamp Thekelan.
Informasi kendaraan dari Semarang/Solo ke  basecamp:
Naik bus jurusan Solo-Semarang turun di terminal boyolali, dengan bus kecil arah selo Sepanjang perjalanan naik bus kecil arah selo  turun di jalur pendakian gunung Merbabu Jalur selo



Jalur pendakian bisa melalui:
Jalur Thekelan, Jalur Wekas, Jalur Selo bonus view Merapi, jalur Cunthel

Jalur Thekelan
 @khanif.zul

 Jalur Thekelan   adalah rute paling greget ketika mendaki merbabu. Ini cocok untuk kalian yang suka sama hal-hal yang ekstrem.


@hyang_janto #perengputih
@bayu_ca
Lokasi berada di .Perjalanan ke Puncak 1 Watu Gubuk Gunung Merbabu Via Thekelan. Mendapat bonus pesona Geger sapi dan kawah Gunung Merbabu.
 
nugraha_ridwan96. #merbabuviathekelan
Pengelola menyediakan kran dan air bersih sob. Manfaatkanlah dengan baik dan dijaga. 



Jalur Wekas
 
Pelataran Basecamp Wekas, dari bawah sudah membuat kesan sampai puncak menajubkan.
 
harrypurnamaaji
Pagi yang berbahagia dijalur wekas.
harrypurnamaaji 

Jalur Selo

 @husniacandra
Gn. Merbabu, pos 3 via Selo selalu memberikan kesan tersendiri bagi para pendakinya. 

 

Pos 3 Gn. Merbabu via Selo, menatap bawah masih memancar cahaya kota.

 
Fasilitas penunjuk arah yang disediakan pengelola, mengarahkan menuju puncak, dirawat ya !!


Jalur Pendakian Cunthel, Salatiga


bayu.nur




@mlutfiii
@samuel12897
Via Cuntel, sobat akan menemukan pemandangan batu ini, sobat bisa istirahat sejenak untuk berdiskusi dengan alam tentang segala keagungan Nya


@welbyn
Bonus via cuntel, tak membuat kita rugi.

Pesona Lain Yang Bisa kamu dapatkan di Gn. Merbabu

 
jarodyhestu
Bunga Keabadian Gn. Merbabu, Rawatlah, biarkan abadi.  jangan kau petik. Karena yang indah tak selalu harus kau miliki.

@hyang_janto #wildflower
Bunga liar penambah semangat perjalanan. Ini bisa dinikmati via thekelan

 
rizal.yudi
kawah merbabu



id_pendaki