Pages

Showing posts with label manajemen bisnis. Show all posts
Showing posts with label manajemen bisnis. Show all posts

Monday, September 14, 2015

Tujuan Aktivitas Ekonomi Yang Sempurna menurut Islam



Rasulullah Saw telah menasihati para pengikutnya untuk melakukan perniagaan, bertani, berternak dan melakukan aktivitas produktif lainnya. Aktivitas ekonomi yang didasarkan pada nilai etika dan moral serta tujuan yang sempurna. Sehingga kita akan mendapat kemuliaan dari aktivitas ekonomi yang kita lakukan.

Agama Islam berulang kali menasihati para pengikutnya untuk senantiasa berusaha untuk mendapat kebutuhan hidup. Berusaha keras untuk produktif menghasilkan barang kebutuhan dan melakukan perniagaan yang bermanfaat.  Ini menjadi keharusan daam hukum Islam.

Tujuan ekonomi secara umum muncul dari aktivitas kehidupan setiap saat. Aktivitas berubah tujuan bisa ikut berubah. Penyimpangan tujuan dari dasar-dasar bisa mengakibatkan terjadi pelanggaran-pelanggaran terhadap pelaksanaan aktivitas yang dimaksud.

Muhammad Nejatullah Siddiqi menganalisis tujuan aktivitas ekonomi yang  wajar dan yang diinginkan masyarakat dalam setiap aktivitas ekonomi. Tujuan aktivitas ekonomi yang sempurna dalam Islam dapat diringkas sebagai berikut:
  1.    Memenuhi kebutuhan hidup seseorang secara sederhana.
  2.  Menenuhi kebutuhan keluarga
  3.  Memenuhi kebutuhan jangka panjang
  4.  Menyediakan kebutuhan keluarga yang ditinggalkan
  5.  Memberi bantuan sosial dan sumbangan menurut jalan yang benar

Sunday, September 13, 2015

Aktivitas Ekonomi Dalam Islam


Hasil gambar untuk Aktivitas Ekonomi Dalam Islam


Aktivitas ekonomi adalah  aktivitas yang melibatkan berbagai aspek kehidupan manusia. Aktivitas ekonomi dalam corak Islam merupakan aktivitas ekonomi paling tinggi dibandingkan dengan aktivitas yang dilakukan masyarakat lainnya. Aktivitas ini dianalasis secara Islami. Menurut kajian Al Qur’an semua aktivitas yang patut dikerjakan manusia adalah untuk mendapat falah. Falah yaitu istilah yang dimaksudkan untuk mencapai kesempurnaan dunia dan akhirat. Tujuan aktivitas ekonomi dalam islam adalah jangka panjang.

Aktivitas ekonomi adalah hubungan pola-pola kebutuhan manusia. Ini akan menciptakan keterikatan sosial. Dimana dalam ilmu sosial petunjuk aktivitas didasarkan pada norma-norma sosial yang berlaku dalam masyarakat. Sedangkan dalam Islam aktivitas ekonomi dilandaskan pada Al Qur’an. Dengan dilandaskan pada Al Qur’an berarti aktivitas ekonomi dalam Islam mencakup semua kebaikan yang ada dalam nilai yang terkandung pada ilmu-ilmu sosial.

Nilai dalam ilmu sosial bisa kita sebut dengan etika. Etika dalam beraktivitas ekonomi untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan harus sesuai dengan norma yang berlaku. Dalam Islam sendiri, semua nilai kebaikan akan muncul ketika berpegang pada Al Qur’an. Saat melakukan aktivitas ekonomi menggabungkan antara kebajikan dunia dan akhirat. Prinsip aktivitas ekonomi dalam Islam adalah selalu mengikutkan dasar-dasar moral. Sehingga nantinya dalam membuat keputusan dalam kaitannya bidang ekonomi, adalah kombinasi seimbang antara etika sebagai norma dan aktivitas yang berdasarkan dasar-dasar moral adalah hubungan moral.

Keselarasan  nilai ekonomi dan nilai moral adalah hal yang membedakan antara islam  dengan berbaga sistem ekonomi  saat ini. Kekayaan, Kekuasaan, Kedudukan dan martabat, kesejahteraan material adalah tujuan aktivitas ekonomi saat ini. Materialsme  menjadi tonggok budaya. Kontrol sosial pemerintah lewat Undang-Undang belum mampu hilangkan budaya ini.

Materialisme sangat bertolak belakang dengan Islam. Islam tidak mementingkan meteri, tetapi lebih dari itu. Tujuan akhir adalah yang ingin dicapai oleh Islam dan pemeluknya. Islam ingin melepaskan manusia dari tujuan duniawinya. 

Saturday, August 22, 2015

Tujuan Rekrutmen Karyawan

Proses recruitment yang dimulai dari mencari pelamar  hingga pengajuan lamaran.  Recruitment memiliki tujuan mendapatkan persedian yang sebanyak-banyaknya calon yang melamar  sehingga organisasi akan mempunyai kesempatan yang besar untuk melakukan pemilihan terhadap calon pekerja yang memenuhi standar dari organisasi.
Randall S. Schuler dan Susan E. Jackson (2002)  mengungkapkan ada dua tujuan dari recruitment yaitu tujuan umum dan tujuan spesifik. Tujuan umum recruitment adalah menyediakan suatu cadangan atau persediaan calon karyawan yang memenuhi syarat bagi perusahaan. Sedangkan tujuan yang lebih spesifik antara lain:
1)        Konsistensi dengan strategi, wawasan dan nilai perusahaan.
2)        Menentukan kebutuhan perusahaan masa sekarang dan masa akan datang berkaitan dengan perubahan besar dalam perusahaan, perencanaan SDM, pekerjaan disain, dan analisis jabatan.
3)         Meningkatkan cadangan atau persediaan calon karyawan yang memenuhi syarat seefisien mungkin.
4)         Mendukung  inisiatif perusahaan dalam mengelola tenaga kerja yang beragam.
5)        Membantu meningkatkan keberhasilan proses seleksi dengan mengurangi calon karyawan yang sudah jelas tidak memenuhi syarat atau yang terlalu tinggi kualifikasinya.
6)        Membantu mengurangi kemungkinan keluarnya karyawan yang belum lama bekerja.
7)        Mengkoordinasi  upaya recruitment  dengan program seleksi dan pelatihan.
8)        Mengevaluasi  efektif tidaknya berbagai teknik dan lokasi rekruitment bagi semua jenis pelamar kerja.

9)        Memenuhi  tanggung jawab perusahaan terhadap program- program tindakan afirmatif dan pertimbangan hukum  dan sosial lain menurut komposisi tenaga kerja.     

Tahapan Seleksi Tenaga Kerja

Perusahaan biasanya membuat keputusan seleksi berdasarkan informasi tentang satu indikator atau lebih. Menurut Siswanto Sastrohadiwiryo (2003) tahapan yang harus ditempuh manajemen dalam melakukan seleksi karyawan  meliputi seleksi persyaratan administraasi, pengetahuan umum, psikologi, wawancara, dan referensi.
1)      Seleksi persyaratan administrasi
Mengadakan pemeriksaan persyaratan administratif yang harus dipenuhi para pelamar untuk mengetahui lengkap tidaknya persyaratan tersebut.
2)      Seleksi pengetahuan umum
Seleksi pengetahuan umum biasanya dilakukan secara tertulis mengingat yang diberikan cukup banyak dan memerlukan pemikiran yang tak sembarangan. Biasanya meliputi pengetahuan umum tentang perusahaan dan pengetahuan tentang relevansi sistem kenegaraan Indonesia dengan usaha yang dijalankan perusahaan.
3)      Seleksi psikologi
Diadakan dengan maksud untuk mengetahui keadaan diri serta kesanggupan calon tenaga kerja terhadap kemungkinan dalam memangku pekerjaan yang akan diberikan kepadanya. Seleksi test psikologi dapat digolongkan menjadi lima macam, yaitu tes hasil kerja, tes bakat, tes kecerdasan, tes minat, dan tes kepribadian.
4)      Seleksi wawancara
Proses tanya jawab secara lisan yang dilakukan calon tenaga kerja dengan bagian seleksi tenaga kerja. Tujuan wawancara ini  untuk mengetahui segala sesuatu yang berhubungan dengan diri calon tenaga kerja dalam rangka penentuan dan pemilihan tenaga kerja yang tepat pada posisi yang tepat.
Prinsip-prinsip dalam wawancara yang harus dicapai:
a)      Performance
Penampilan diri calon tenaga kerja mulai saat pemunculannya dihadapan pewawancara, selama wawancara maupun sampai dengan pihak terwawancara meninggalkan ruang wawancara.
b)      Potensial improvment 
Beberapa ciri atau potensi atau kemampuan dasar yang sekiranya dapat dikembangkan.
c)      Skill profile achievement
Gambaran dan prediksi ke depan tentang kemampuan atau kecakapan yang dimiliki berdasarkan kemampuan yang diperoleh sebelumnya.
d)      Personalitty attitude
Sifat dan sikap kejiwaan yang memberi ciri dan garis kehidupan calon tenaga kerja.
e)      Spesific values
Penilaian menyangkut diri pihak calon tenaga kerja, antara lain:
(1)   Latar belakang  pribadi, keluarga, dan sosial.
(2)   Konsekuensi administratif pengangkatan sebagai karyawan.
(3)   Spesifikasi lainnya yang ikut berpengaruh atas keberhasilan wawancara.
(4)   Hal-hal luar biasa seperti pekerjaan penting (besar) yang pernah dilakukannya,  atau hasil luar biasa yang pernah dicapainya.
5)      Referensi

Meminta referensi dari tenaga kerja dengan maksud agar tenaga kerja menunjuk beberapa orang, baik tenaga kerja perusahaan maupun orang diluar perusahaan yang dapat memberikan keterangan tentang diri pelamar, baik tentang pribadi, pengalamannya, kecakapannya, ketrampilannya, hal-hal khusus yang dimiliki, dan sebagainya. 

Sunday, February 8, 2015

Minimarket Pembunuh Warung Kecil

Huehehe
Sebagai orang sosial aku senang memperhatikan fenomena masyarakat sekitar. Kali ini yang tak lumput dari pengamatan aku adalah warung. Gimana tidak, warung ini, sangat menarik bagi aku. Setelah aku perhatikan, aku amati, aku terawang, aku putar putar, dari samping kiri ke samping kanan, dari depan kebelakang, dari atas hingga bawah. Warung ini tutup.
(wah, untung nggak dikira maling ini, babak belur aku nanti)

Karena warung ini tutup, aku jadi berpikir. Kenapa, kenapa, kenapa?
Mengapa, mengapa, mengapa?

Tenyata benar adanya, kalah bersaing yang membuat warung tradisional banyak yang tutup. Kalah sama pemodal besar. Kita lihat saja berapa banyak Minimarket yang buka.

Sekarang ini , minimarket udah kaya jamur yang tumbuh di kulit orang yang jarang merawat diri. Semakin tidak dibiarkan semakin besar bentuk panunya.

Okey. Sekarang mari kita bandingkan antara warung dan mini market. Warung tradisional milik orang dengan modal yang kecil. Kalau minimarket milik pemodal besar. Dan kebanyakan orang pemodal kecil banyak yang nggak kuat dan kembali bekerja ke pemodal besar.
Dilihat dari sisi lain lagi, warung kecil di back up dengan sdm yang kurang handal, terbatas sedangkan minimarket backup nya gede. Mulai dari bank, sistem, sdm pilihan. Tinggal buka, jalankan dan singkirkan warung tradisional.

Kalau menganalogikan warung tradisional dengan minimarket. Itu seperti anak TK lawan Mahasiswa. Bisa merasa menang, padahal sekali saja hantam bisa langsung terjungkal.

Huehehe
Sekian

Friday, September 28, 2012

Kemampuan Karyawan


Kemampuan merupakan salah satu syarat penting yang harus dimiliki karyawan untuk dapat melaksanakan tugas-tugas pekerjaan secara optimal.Karena itu dapat dikatakan bahwa di dalam perusahaan, usaha-usaha pencapaian tujuan terutama sangat tergantung pada kemampuan karyawan. Mengenai definisi kemampuan, Lawler dan Porter mendefinisikan kemampuan sebagai berikut : ”Kemampuan adalah karakteristik individual seperti intelegensi, manual skill, traits yang merupakan kekuatan potensial seseorang untuk berbuat dan sifatnya relatif stabil”. Nayono menerangkan bahwa ”Kemampuan adalah tersedianya modal kecakapan, ketangkasan, keterampilan atau modal lain yang memungkinkan anggota itu dapat berbuat banyak bagi organisasi.
Wood dan Rao  mengemukakan kemampuan memiliki tiga dimensi, antara lain:
a.    Intelektual
Kemampuan secara intelektual meliputi kecepatan penyerapan kerja, penalaran induktif, dan penalaran deduktif.
b.    Fisik
Kemampuan secara fisik meliputi kekuatan yang dinamis, keseimbangan berat badan dan stamina.
c.    Teknik
Kemampuan secara teknik meliputi pendidikan formal atau kejuruan, pendidikan non formal atau pelatihan, pengalaman kerja.

Tahapan MenyeleksiTenaga Kerja


Perusahaan biasanya membuat keputusan seleksi berdasarkan informasi tentang satu indikator atau lebih. Menurut Siswanto Sastrohadiwiryo (2003) tahapan yang harus ditempuh manajemen dalam melakukan seleksi karyawan  meliputi seleksi persyaratan administraasi, pengetahuan umum, psikologi, wawancara, dan referensi.
1)      Seleksi persyaratan administrasi
Mengadakan pemeriksaan persyaratan administratif yang harus dipenuhi para pelamar untuk mengetahui lengkap tidaknya persyaratan tersebut.
2)      Seleksi pengetahuan umum
Seleksi pengetahuan umum biasanya dilakukan secara tertulis mengingat yang diberikan cukup banyak dan memerlukan pemikiran yang tak sembaranngan. Biasanya meliputi pengetahuan umum tentang perusahaan dan pengetahuan tentang relevansi sistem kenegaraan Indonesia dengan usaha yang dijalankan perusahaan.
3)      Seleksi psikologi
Diadakan dengan maksud untuk mengetahui keadaan diri serta kesanggupan calon tenaga kerja terhadap kemungkinan dalam memangku pekerjaan yang akan diberikan kepadanya. Seleksi test psikologi dapat digolongkan menjadi lima macam, yaitu tes hasil kerja, tes bakat, tes kecerdasan, tes minat, dan tes kepribadian.
4)      Seleksi wawancara
Proses tanya jawab secara lisan yang dilakukan calon tenaga kerja dengan bagian seleksi tenaga kerja. Tujuan wawancara ini  untuk mengetahui segala sesuatu yang berhubungan dengan diri calon tenaga kerja dalam rangka penentuan dan pemilihan tenaga kerja yang tepat pada posisi yang tepat.
Prinsip-prinsip dalam wawancara yang harus dicapai:
a)      Performance
Penampilan diri calon tenaga kerja mulai saat pemunculannya dihadapan pewawancara, selama wawancara maupun sampai dengan pihak terwawancara meninggalkan ruang wawancara.
b)      Potensial improvment 
Beberapa ciri atau potensi atau kemampuan dasar yang sekiranya dapat dikembangkan.
c)      Skill profile achievement
Gambaran dan prediksi ke depan tentang kemampuan atau kecakapan yang dimiliki berdasarkan kemampuan yang diperoleh sebelumnya.
d)      Personalitty attitude
Sifat dan sikap kejiwaan yang memberi ciri dan garis kehidupan calon tenaga kerja.
e)      Spesific values
Penilaian menyangkut diri pihak calon tenaga kerja, antara lain:
(1)   Latar belakang  pribadi, keluarga, dan sosial.
(2)   Konsekuensi administratif pengangkatan sebagai karyawan.
(3)   Spesifikasi lainnya yang ikut berpengaruh atas keberhasilan wawancara.
(4)   Hal-hal luar biasa seperti pekerjaan penting (besar) yang pernah dilakukannya,  atau hasil luar biasa yang pernah dicapainya.
5)      Referensi
Meminta referensi dari tenaga kerja dengan maksud agar tenaga kerja menunjuk beberapa orang, baik tenaga kerja perusahaan maupun orang diluar perusahaan yang dapat memberikan keterangan tentang diri pelamar, baik tentang pribadi, pengalamannya, kecakapannya, ketrampilannya, hal-hal khusus yang dimiliki, dan sebagainya.