Pages

Saturday, November 6, 2010

contoh surat perjanjian jual beli


SURAT PERJANJIAN JUAL BELI TANAH & BANGUNAN
Pada hari ini,rabu sepuluh november 2010 , kami yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : Sang Pemimpi
Umur : 58 Tahun
Alamat : Jl.Margo Utomo No.20 Purworejo
Selaku penjual, yang selanjutnya disebut Pihak Pertama ( I )
Nama :Sip Tenan
Umur : 54 tahun
Alamat : Desa Gayeng
Selaku pembeli yang selanjutnya, disebut Pihak Kedua ( II )
Telah sepakat untuk mengadakan perjanjian jual beli Tanah dan Bangunan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut.
Pasal 1
Pihak I menjual tanah berserta bangunannya kepada pihak II yaitu rumah belakang dengan luas bangunan 10 meter persegi yang beralamatkan di Jl. Margo Utomo 32 Purworejo. Adapun mengenai batas-batas bangunan tersebut:
  • Sebelah utara batas tembok kepunyaannya pihak I ( bapak sip tenan )
  • Sebelah barat batas tembok kepunyaanya Bapak.Top Banget,
  • Dan apabila Pihak ke II akan membangun kembali ( renovasi ) bangunan batas rumah maka pihak ke II harus membuat tembok pembatas sendiri, agar tidak terjadi permasalahan dikemudian hari.
Pasal 2

Mengenai rumah yang telah dibeli oleh II hanya ada air sumur & Pompa Air. Adapun air PDAM & listrik sementara masih menyalur dari pihak I, dan selanjutnya Pihak II akan memasang sendiri.


Pasal 3
Pihak I dan Pihak II menyepakati harga tanah dan bangunan sebesar Rp. 39.000.000,- ( Tiga Puluh Sembilan Juta Rupiah)
Pasal 4
Pihak I akan menyerahkan tanah dan bangunan pada saat Pihak II telah membayar secara tunai harga tanah dan bangunan serta menandatangani surat perjanjian ini
Pasal 5

Pihak I akan segera mengosongkan rumah dan bangunan tersebut selambat-lambatnya tiga hari setelah surat perjanjian ini ditandatangani, sehingga Pihak II dapat menempati rumah dan bangunan tersebut.
Pasal 6

Adapun untuk memperoleh sertifikat atas nama pihak II, akan diurus bersama –sama dari biaya mulai kepengurusan sampai selesai ditanggung oleh pihak I & pihak II.


Pasal 7


Jika dalam perjanjian ini timbul suatu persoalan maka akan diselesaikan secara musyawarah/kekeluargaan, bila musyawarah tersebut mengalami kegagalan maka akan diselesaikan secara hukum.
Demikian surat perjanjian jual beli ini dibuat atas kesepakatan Pihak Pertama dan Pihak Kedua, tanpa adanya unsur paksaan didalamnya dan akan dipatuhi bersama. Perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua), dua-duanya bermeterai cukup sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan ditandatangani oleh kedua belah pihak, masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama
Purworejo, 10 november 2010
PIHAK I                                                    PIHAK II          


                      
 Ibu Sang Pemimpi                                 Ibu. Sip Tenan


Para Saksi :
1. Jujur Supangat Tanda Tangan ………………………..
2.Adil Suhendra Tanda Tangan …………………………


Mengetahui,
Kepala Kelurahan Gayeng
Kecamatan Purworejo
(bisa juga Camat/Notaris)






TAK KUAT GODAANNYA???

Percaya tidak?
Ternyata hampir setiap saat, bila kita tergolong manusia dengan mobilitas tinggi, kita akan sering menghadapi pemandangan-pemandangan yang membuat gerah disatu sisi. Namun di sisi lain terkadang kita justru menganggapnya sebagai sebuat "kenikmatan".

Beberapa diantara kita, para lelaki, ketika melihat aurat wanita yang terbuka -entah secara langsung atau tidak sengaja, atau melalui gambar-gambar- maka reaksi yang ditimulkan ada dua macam. Pertama, menganggap seagai perangkap setan, sehingga sesegera mungkin menundukkan pandangan dan beristighfar: astaghfirullah. Kedua, memandang terus tak berkedip dengan alasan sayang untuk dilewatkan.

Ya, itulah godaan berat bagi para laki-laki yang ingin ber-ghadhul bashar, ditengah aurat wanita yang berseiweran. Namun, bukan berarti seorang wanita tidak kesulitan menjaga sosok wanita yang berusaha untuk menjaga kehormatan dirinya. Fitrah wanita yang ingin selalu kelihatan cantik dan menarik terkadang menjadikan mereka rela mengumbar aurat untuk menunjukan exsistensi diri atau dengan dalih kebebasan berekspresi. Entah itu pada saat berhadapan dengan sesamanya maupun lawan jenisnya.
Sebuah perasaan ingin terlihat anggun dan menawan dihadapan manusia yang lain. Namun demikian, Islam menberikan solusi yang indah. Jika ingin tampil cantik dan menarik, sepasang mata suamimulah yang lebih berhak untuk memandang. saudariku???

Disaat itulah,  segala aurat yang engkau tampakkan, segala lekuk tubuh yang terlarang untuk kelihatan, justru menjadi aliran pahala yang menyejukkan pandangan dan menentramkan jiwa. Rasulullah Saw bersabda:
"sebaik-baiknya wanita ialah kalau memandangnya bisa menyenangkan, kalau kamu diberi bagian ia bisa menerimanya, dan kalau kamu pergi ia akan menjaga dirinya dan menjaga hartamu" ( HR. Nasa'i)


Ternyata, tidak ada yang bebannya lebih berat daripada yang lain. Bagi laki-laki, godaan beratnya adalah ketika mellihat begitu baynya aurat wanita yang berseliweran di depan matanaya. Sedangkan bagi wanita, godaan beratnya yaitu untuk tidak tampil secara vulgar dan tabarruj (berhias secara berlebihan). Apalagi sampai menyebabkan kerusakan moral kerena memamerkan auratnya dihadapan laki-laki yang bukan suami atau mahramnya. 

Fenomena ingin tetap kelihatan cantik dan menarik terkadang menyebabkan seseorang wanita apatis. Ia merasa penutup aurat yang diperintahkan oleh Allah menjadi penghalang baginya untuk mengekspresikan diri. Sehigga, ada yang tidak pede memakai jilbab. Mereka lebih pede memakai rok mini, baju dan celana ketat, kaos kecil yang seharusnya dipakai adiknya, atau baju dengan bagian punggung sengaja dibolong, baju yang belum sempurna jahitannya (maka, saat berdiri bisa terlihat pusarnya, saat jongkok atau merunduk kelihatan . . . . nya)


Maka dari itu semua, perlu ditanamkan dalam diri akan pentingnya menutup aurat. Mungkin sulit untuk awalnya, tapi lama-kelamaan  engkau akan terbiasa. Allah Mahatahu dan Maha Adil, Dia pasti akan menghargai kesungguhannya yang telah engkau lakukan.




inspirasi:
Fadlan Al-Ikhwani

Wednesday, November 3, 2010

Pribadi yang Ideal

Kepribadian seseorang terbentuk dengan adanya keyakinan, pendirian, perasaan, pemikiran, waktak, performa, dan perilaku. menjadi sebuah kewajiban bagi setiap muslim untuk memiliki kepribadian yang Islami. Kepribadian yang Islami terbentuk karena adanya aqidah islamiyah. Sehingga sebagai seorang muslim harus mempu mengaplikasikan nilai-nilai Islam secara keseluruhan (kaffah) dalam seluruh aspek kehidupannya.
Berikut ini adalah ciri-ciri pribadi muslim yang ideal adalah:
1. Benar aqidahnya (salimul aqidah)
    Hal yang pertama dilakukan oleh Rasulullah dalam menyebarkan ajaran Islam adalah perbaikan aqidah. Hal yang terpenting bagi setiap mulim adalah kelurusan aqidahnya, karena dengan kelurusan akidah inilah yang akan menentukan arah gerak kemana seseorang akan melangkah, sehingga secara tidak langsung ia akan melaksanakan syariat Islam dimana dia berada.

2. Benar Ibadahnya (shohihul ibadah)
    Ibadah merupakan kebutuhan dan epentingan manusia. Ibadah seorang muslim haris benar, yaitu senantia berniat Iklas karena Allah semata dan berdasarkan syariat Islam. Ibadah disini meliputi segala sesuatu yang dicintai oleh Allah swt, baik perkataan, kepasrahan dan ketundukan yang sempurna serta membebaskan diri dari segala hal bertentangan dan salah.

3. Kokoh Akhlaknya (matimul khuluq)
"sesunggunya orang yang paling sempurna imannya dari orang-orang mukmin adalah yang paling baik akhlaknya" (HR> Abu Daud dan Tirmidzi dari Abu Hurairah)
dari hadist diatas menunjukkan akhlak dan perilaku seseorang mencerminkan keimanannya. Untuk itu kita harus senantiasa menjaga akhlak kita, karena akhlak ini menentukan arah  hidup kita. Dan Islam telah mengatur setiap perilaku manusia da;am setiap aspek kehidupan ini.

4. berwawasan Luas (mutsaqoful fikr)
Wawasan yang luas meruoakan hal yang pening yang harus dimiliki setiap muslim, sehingga kita sebagai seorang muslim berkewajiban untuk menuntut ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu lain. Ketika kita memilki wawasan yang luas maka kita akan lebih berkontribusi untuk agama dan  bagsa kita menggunakan ilmu-ilmu yang kita miliki.

5. Kuat fisiknya (qowwiyul jism)
Rasuullah telah menegaskan betapa pentingnya seorang muslim untuk menjaga kesehatan fisiknya. Karena dengan tubuh yang sehat dan kuat kita bisa melaksanakan ibadah dan kewajiban-kewajiban kita dengan baik dan sempurna. Sedangkan jika kondisi kita sakit maka aktivitas-aktiivitas ibadah kita akan berjalan secara tidsk maksimal.
"mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, pada keduanya ada kebajikan." (HR.Muslim)

6. Mandiri Kehidupannya (qadirun 'alalkasbi)
setiap muslim harus kreatif, inovatif dan produktif sehingga ia mampu untuk memenuh kebutuhan materinya sendiri tanpa harus bergantung kepada orang lain. Rasulullah dan para sahabatnya telah memberikan contoh bagi kita. Disela-sela aktivitas dakwahnya yang berat, beliau mampu memanfaatkan peluang ekonomi yang ada. Sehingga seorang muslim harus bisa menunjukkan potensinya dalam dunia ekonomi juga.

7. Bermanfaat bagi orang lain (nafi'un lighairihi)
"Khaiurunnas anfa'uhum linnas" (HR.Ahmad dan Trobrani) Sebaik-baik manusia  ialah yang paling bermanfaat untuk orang lain. Seorang muslim yang ideal adalah seorang yang bisa menjadi problem solver bukan trouble maker  apalagi lari dari permasalahan. Tapi buat diri kita menjadi seorang muslim ideal biisa memberikan kontribusi terhadap masyarakat sekecil apapun itu.

  8. Menjaga dengan sungguh-sungguh waktunya (harishun 'ala waqtihi)
Allah Swt meneggaskan bahwa manusia yang melalaikan waktuya akan berada dalam kerugian yang besar. Waktu sangat pemting untuk kita jaga. karena seorang muslim yang ideal selayaknya mampu untuk memanfaatkan waktu dan memelihara waktunya untuk kegiatan-kegiatan yang produktif agar kita terhindar dari kelalaian  yang Kn membawa kita padda hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat. Pepatah bilang waktu ibarat pedang, jika tidak ditebaskan dengan tepat, maka justru pedang itu yang akan menebasnya.

9. Bersungguh-sungguh mengendalikan hawa nafsu (mujahidin linafsihi)
Dua potensi manusia itu fujur dan taqwa. Karena itulah, diri manusia harus senantiasa dikontrol, agar apa yang dikerjakannya sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Tidak menyimpang mengikuti hawa nafsunya belaka. Dan sesungguhnya seseorang yang kuat ialah yang paling bisa menahan hawa nafsunya.

10. Teratur segala urusannya (munazham fii syu'unihi)
kita sebagai seorang muslim hendaknya bisa memberikan yang terbaik untuk Islam. Untuk itu, kita harus bisa memberikan yang positif. Islam ia akan dilihat dari orang-orang yang ada didalamnya. Nah, kita adalah orang yang ada pada bagian tersebut, maka mulai dari diri kita masing-masing, harus bisa mencitrakan bagaimana Islam  adalah cara untuk senantiasa memperbaiki diri kita.


inspirasi:
Quantum Fikri