Pages

Monday, October 18, 2010

Sikap dalam Menginterprestasikan Perencanaan Visual Penataan Produk

Dalam menginterprestasikan perencanaan visual penataan produk dibutuhkan sikap-sikap yang baik sesuai dengan pedoman dasar SOP:
1. Cermat
merupakan sikap selalu fokus dan sungguh-sungguh dalam menawarkan kebutuhan lain kepada pelanggan.
Yang dilakukan antara lain:
a. Spesifikasi barrang yang benar
b. Berdiri, duduk, dan gerakan sesuai kebutuhan
c. Berbicara jelas dan lantang
d. Lakukan seperti baru pertama kali
e. Dorong diri dengan kalimat yang bersemangat
f. Berikan perhatian terhadap persoalan interprestasi visual

2. Teliti
Yaitu sikap selalu focus dan sungguh-sungguh dalam waspada serta mengkaji ulang setiap tindakan yang dilakukan dalam menawarkan produk kepada pelanggan
Yang dilakukan antara lain:
a. Memperhatikan setiap proses pelaksanaan
b. Amati dengan seksana barang yang telah ditata
c. Periksa dokumen-dokumen barang-barang yang ditata, apakah telah dipasangkan atau belum
3. Bertanggung jawab
Setiap hal yang dilakukan pada calon pelanggan dalam menawarkan produk lain yang dibutuhkannya, dipertanggungjawabkan pelanggan dan kepada perusahaan itu sendiri.
Hal yang dilakukan antara lain
a. Menampung masukan mengenai penataan dari supervisor atau kolega
b. Disalurkan oleh petugas yang berwenang di perusahaan
c. Meneruskan kembali proses penataan dengan benar

Sunday, October 17, 2010

SOP ( Standar Operating Prosedure ) Penataan Produk dari Suatu Perusahaan

SOP penataan produk adalah langkah-langkah yang harus ditempuh pada penataan produk yang dijadikan acuan ( standar ) dalam penataan untuk menarik perhatian konsumen untuk sebuah keputusan penbelian.

Dikenal juga dengan istilah Visual Merchandising (VM), dengan menggunakan langkah-langkah label dan display.
1. Labeling
Setiap barang yang akan di display harus diteliti terlebih dahulu, mencakup:
• Apakah barang sudah dilabel atau belum?
• Jika tidak perlu dilabel karena sudah memiliki bar code, apakah bar code tersebut sudah di input ke computer atau belum?
Hal-hal yang perlu dilakukan untuk membantu memperlancar operational.
Ketentuan label harus memuat tentang:
a. Tanggal receiving
b. Kode barang ( PLU )
c. Kode supplier
d. Bar code
e. Harga jual
f. Memeriksa kesesuaian antara brand (merek), article (tipe), sive (ukuran)
2. Display
Display adalah suatu tindakan menampilkan, menaruh, meletakan produk pada suatu tempat sedemikian rupa sehingga menarik perhatian.

SOP display di swalayan untuk barang supermarket paling awal yang harus diperhatikan adalah penggunaan ruangan. Penggunaan ruangan harus disesuaikan dengan:
a. Katagori produk
Food, nonfood, house hold, toys, stationary
b. Ukuran produk

Hal-hal yang perlu dilakukan dalam penataan produk di swalayan adalah sebagai berikut:
• Produk ditempatkan dalam katagorinya
• Facing/ jumlah tier produk sesuai dengan market share
• Pengaturan secara vertical atau horizontal untuk masing-masing jenis brand
• Pengaturan produk sesuai dengan arah lalu lintas pengunjung lain
• Rotasi produk FIFO (Frist In Fisrt Out)

Ada lima cara pendisplayan sebagai contoh pedoman penataan produk, antara lain:

a) Letakaan barang sesuai dengan ukuran besar atau berkesan berat dibawah dan barang ukuran kecil Berkesan lebih ringan di atas.
b) Usahakan untuk memperoleh tinggi barang yang sama
c) Facing suatu produk menghadap kedepan
d) Usahakan tinggi di setiap jalur sama (top sky line)
e) Gunakan eye techniqueleye catching dan colour breaking, yang mempunyai tujuan memajang barang agar ada perhatian dari konsumen.
eye techniqueleye catching adalah teknik memajang berdasarkan luas area pandang (mata) seseorang. Luas area pandang tersebut artinya produk dipajang berdasarkan tatap muka yang pertama kali dilihat, penataan produk ini biasanya produk yang sedang trend dsb.


Pen-display-an yang baik, teliti, dan teratur akan memberikan lima kemudahan yang baik, bagi konsumen maupun pihak perusahaan, yaitu:
• Mudah untuk dimengerti
• Mudah untuk dilihat
• Mudah untuk memilih
• Mudah di ambil dan diletakan kembali
• Mudah dirapikan

Selain hal-hal diatas display juga memiliki beberapa manfaat yang akan mengguntungkan bagi pihak perusahaan, yaitu:

• Meningkatkan penjualan
• Meningkatkan store image
• Meminimumkan out of stock (barang yang kosong)
• Mengidentifikasi laku tidaknya suatu produk

Display yang baik akan menghasilkan hasil yang baik bagi perusahaan. Pendukung pendisplayan yang baik:
a. POP
POP merupakan suatu himbauan yang ditujukan kepada pembeli agar timbul keinginan untuk membeli.
b. Peralatan display barang supermarket.
1. Gondola, yaitu peralatan display yang terdiri atas shelving atau rak panjang secara utuh
2. Chelving, yaitu alat pemajangan yan merupakan bagian dri gondola yang biasa disebut rak.
3. Showcase, yaitu alat pajang berupa etalase untuk penjualan daging segar, sosis, dairy,dsb. Showcase digunakan untuk produk yang expire date –nya pendek
4. Showcase chiller, tempat pemajangan buah, daging, sayur, dairy dsb.
5. Frozen island, sarana pajang untuk produk-produk beku, seperti ice cream, chicken nugged, sayuran, dsb
6. Wagon, adalah boks besar untuk menyimpan produk yang sedang promo atau diskon
7. Single hooks, berupa gantungan biasanya untuk pemajangan produk seperti sikat gigi, snack, sosis , dsb
8. Hambalan, yaitu kayu yang diletakan dibawah sebagai dasar untuk peralatan display
9. End gondola, gondola akhirbyang paling ujung dan untuk disewakan.
c. Istilah dan perlengkapan display dalam supermarket
1. SKU, keterangan yang menunjukan nama produk, harga, nomor, PLU produk
2. Bay, susunan pemajangan produk dirak satu baris ke bawah
3. Tier, yaitu barisan pemajangan produk kebelakang
4. Face, pemajangan produk tatap muka harus menghadap ke depan, jangan terbalik, miring, dsb
5. POP (Point Of Purchase) , yaitu keterangan menenai nama produk, harga ataupun sarana bantu promosi penjualan
6. Floor display, pemajagan pada lantai
7. COC ( Check on Counter), pemajangan produk yang menempel didepan kassa
8. PLU (Price Look Up Unit), nomor identitas bagi barang yang berfungsi untuk pencatatan komputerisasi.
9. Piramid, hambalan yang terdiri dari dua tingkat untuk pemajangan floor display


Cara penataan produk di supermarket
Cara-cara dalam penataan produk supermarket diantaranya adalah
1. barang supermarket yang akan ditempatkan hendaknya berurutan terdiri atas beberapa jenis barang , antara lain:
• Barang yang sangat dibutuhkan oleh konsumen
• Barang yang sama dan efisien penggunaannya
• Barang yang sedang trend
• Barang yang berkualitas baik
• Barang yang berprestasi
2. brand blocking secara vertical
brand bloking secara vertical, yaitu penempatan barang supermarket yang sejenis berderet kea rah vertical atau atas bawah dan merek barang juga harus terlihat di bagian muka secara vertical.
Penempatan barang secara vertical berarti penempatan barang:
a. dari atas kebawah secara sistematis
b. disusun sesuai jenis dan klasifikasinya
c. barang disusun sesuai ukuran, dari yang terkecil sampai yang terbesar atau sebaliknya
d. warna barang disusun dari warna muda sampai tua atau sebaliknya
e. harga barang diletakkan dari yang termurah sampai ke yang termahal atau sebaliknya
f. barang disusun dari atas ke bawah atau sebaliknya menurut jenis, katagori, bentuk, dan sifatnya.
Penempatan barang dagangan secara vertical dapat dilakukan dengan berbagai display, seperti berikut:
a. Shelving (rak)
Rak barang biasanya digunakan untuk barang dagangan sehari-hari. Misalnya pasta gigi, sampo, sabun cuci,dsb.
Sikat Pasta gigi Sabun mandi Sampo Deodorant
Sikat Pasta gigi Sabun mandi Sampo Deodorant
Sikat Pasta gigi Sabun mandi sampo Deodorant
Gambar penempatan produk secara vertical

b. Gondola
Gondola merupakan jenis rak barang yang bentuknya memiliki dua muka dan masing-masing muka mempunyai fungsi yang sama. Gondola dapat digunakan untuk menempatkan barang berupa makanan dan minuman dalam satu kemasan dapat berdiri, seperti susu kemasan, susu kotak, dsb.

3. Brand blocking secara horizontal
Brand blocking secara horizontal, yaitu penempatan barang supermarket satu jenis berderet horizontal dari arah kiri ke kanan atau arah melebar dan merek barang harus terlihat dari depan. Jarang digunakan di supermarket karena tidak efisien, penempatan barang seperti ini sulit dijangkau oleh pembeli.
Berikut kelemahan dari Brand blocking secara horizontal:
a. Pelanggan mondar-mandir untuk mencari barang yang diperlukannya.
b. Memberikan kesan bahwa terbatasnya barang yang dijual
c. Barang yang dilihat dan dijangkau pembeli terbatas
d. Memberikan kesan yang tidak beraturan
Pasta gigi Pasta gigi Pasta gigi Pasta gigi Pasta gigi
Sabun mandi Sabun mandi Sabun mandi Sabun mandi Sabun mandi
sampo sampo sampo sampo sampo


Gondola

Chelving








20Gondola 30 chelves


Showcase













Showcase chiller

Frozen island

















Wagon















Single hook
















End gondala

Monday, September 6, 2010

jenis dan spesifikasi barang

Jenis dan Spesifikasi Barang
Barang diartikan sebagai atribut dan secara fisik dapat diraba dalam bentuk yang nyata. Produk termasuk bungkus warna, prestise perusahaan dan pengecer, serta pelayanan perusahaan yang diterima oleh pembeliuntuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya.
1. Kelompok barang berdasarkan kepuasan segera dan kesejahteraan
• Solutary product (barang yang bermanfaat)
Barang-barang yang mempunyai daya tarik sangat rendah, tetapi daya tarik sangat rendah, tetapi dapat memberikan manfaat yang sangat tinggi kepada konsumen dalam jangka panjang. Contohnya: deterjen dengan fosfat sangat rendah.
• Different product (barang yang kurang sempurna)
Barang-barang yang tidak mempunyai daya tarik tinggi tetapi tetap mempunyai daya tarik tinggi, tetapi tetap mempunyai manfaat konsumen.
• Pressing product (barang yang sifatnya menyenangkan)
Barang yang segera mmmemberikan kepuasan kepada pembeli, akan tetapi dapat berakibat buruk bagi para pemakai barang tersebut. Contohnya rokok, minuman keras, ganja, kokain dsb.
• Desirable product (barang yang sangat diperlukan)
Barang yag dapat memberikan kepuasan dengan segera dan dapat bermafaat bagi kehidupan manusia. Contoh makanan dan minuman yang bergizi
2. Kelompok barang menurut tujuan pemakain
a) Barang konsumsi (consumers goods)
Barang-brang yang dapat dibeli untuk dikomsumsi.
a. Convenience goods (barang kebutuhan sehari-hari)
 Barang pokok, barang yang dibeli secara tetap, ex;beras, baju dll
 Barang implusif, barang yang dibeli tanpa perencanaan, ex: permen, coklat, es
 Barang darurat, barang yang dibeli atas dorongan atas kebutuhan, ex: payung dimusim hujan
b. Shopping goods (barang belanjaan)
Barang yang pembeliannya perlu dipertimbangkan, harga relative mahal, perbandingan mutu, dll
Ex: mobil, motor, peralatan rumah tangga, pakaian.
c. Specialty goods (barang khusus)
Barang dengan ciri khas yang dapat menarik konsumen dalam belanja. Ex: mobil mewah, perhiasan
d. Unsought goods (barang yang tidak dicari)
Barang yang tidak diketahui atau diketahui konsumen, namun secara normal tidak berpikir untuk membeli. Ex: asuransi jiwa, battu nisan, )
b) Barang industry (industrial goods)
Barang yang dibeli untuk diproses lagi atau untuk kepentingan industry

1. Bahan dan suku cadang
2. Bahan modal
3. Pembekalan dan pelayanan (supplies and services)
3.Barang-barang di supermarket
Dikelompokkan menjadi ta macam yaitu barang supermarket, barang fresh, dan barang fashion.
a. Departemen food
• Milk and milk product (susu untuk bayi sampai dewasa)
• Biscuit (Sejenis wafer dan craker)
• Drinks (jenis minuman berenergi, obat, soda, jus)
• Canned food (makanan yang diawetkan dalam kaleng)
• Snack (makanan ringan)
• Seasoning (bumbu-bumbu)
• Local basic (Sembilan bahan pokok)
• Bakery (roti tawar, roti manis, dsb)
• Baking needs (jenis bahan untuk pembuat kue
• Candies dan chocolate (permen dan coklat)
• Noodles (mie dan jenisnya)
• Breakfast (untuk sarapan minum)
• Cooking oil (minyak goreng)
• Syrup (minuman sari buah)
• Dry good (makanan yang diawetkan dengan cara dikeringkan)
• Rokok
b. Departemen nonfood
• Hair care (aneka bahan untuk perawatan rambut)
• Body care (aneka bahan untuk perawatan tubuh)
• Skin care (aneka bahan untuk perawatan kulit)
• Mouth care (aneka bahan perawatan gigi)
• Cleaning aid (aneka bahan untuk pembersih dan pengharum lantai)
• Insect killer ( pembunuh serangga)
• Air freshness (aneka pengharum ruangan)
• Tissue and piper produk (aneka tissue dan kelengkapan wanita)
• Kosmetik tradisional
• Obat-obatan (yang tidak dimakan)

c. Depatemen house hold
• Electrical (perlengkapan listrik)
• Party wear (perlengkapan pesta)
• Seasonal goods (barang musiman)
• Luggage (tas dan koper)
• Hard ware (perlengkapan untuk bengkel)
• Souvenir (barang pajangan)
• Plastic ware (perlengkapan rumah tangga dan bahan plastic)
• Kichen ware (perlengkapan dapur)
• Melamine ware (peralatan yang terbuat dari melamin)
• Cleaning equipment (perlengkapan kebersihan)
• Glass ware (perlengkapan dari kaca atau beling)
• Catton goods (kain kartun)
d. Department toys
• Soft toys (mainan yang lembut untuk perempuan)
• Battered operated toys for boys (anrka permainan anak laki-laki)
• Games (permanan tradisional dan international)
• Education toys the other (mainan utuk penddikan)
e. Departemen stationary
Semua peralatan tulis dan kantor)